108 pra-remaja

Kak Feka sempat bergabung sebagai fasilitator jenjang usia dini pada tahun-tahun awal Smipa. Hanya 2 tahun mengampu anak-anak jenjang KB di Smipa. Lepas dari Smipa, terus bergerak, melanjutkan studi, menikah, membesarkan ketiga anaknya di ibukota, sembari terus mengembangkan diri di bidang-bidang terkait psikologi anak dan remaja.Tepat sebelum pandemi kak Feka masih sempat ke Bandung dan hadir sebagai narsum POT Smipa jenjang KB-TK. Benar-benar pertemuan yang perlu disyukuri, tepat sebelum pandemi meradang, di awal bulan Maret 2020. Setelah itu, POT jenjang SDK sudah tidak bisa lain, harus dilakukan secara daring. Saat ini kak Feka aktif sebagai psikolog klinis anak dan remaja di JCDD (Jakarta Children Development Centre) dan Klinik Anakku, serta sebagai coach DIR Floortime untuk orangtua. Kesibukan tingkat tinggi pastinya. Tapi sesekali tetap menyempatkan untuk sekadar menyapa, menanyakan kabar, atau membagikan informasi menarik.
Pagi ini mendapat tautan berikut, https://www.instagram.com/tv/CWqLm19pj0N/?utm_medium=share_sheet disertai pesan, “Semoga bisa membantu ortu remaja-preteen ya bu”. Waah.. menarik ini, apalagi untuk orangtua anak usia SD-B & SMP (9-14 tahun). Banyak kata kunci yang perlu diperhatikan dan dicatat baik-baik, sebagai tips and tricks dalam mendamping anak di usia memasuki dunia remaja ini. Ketika anak sudah dapat melakukan banyak hal secara mandiri; bangun pagi, mandi, makan, belajar, membuat ini-itu, bahkan ada yang sudah tampil dengan gayanya sendiri. Bukan berarti mereka dapat langsung dilepas begitu saja. Dengan growth spurt yang dialami, pertumbuhan fisik dan nalar mereka memang sangat laju. Mereka pun ingin dianggap besar, tapi pada saat yang sama masih gamang dan kewalahan menghadapi dunia. Karenanya masih sangat butuh dampingan orang dewasa yang kini berfokus pada pikiran dan hati untuk menemukan diri, mengenal kapasitas dan potensi diri. Utamanya lewat komunikasi, keterbukaan, kesepakatan, relasi yang tulus, tidak reaktif sehingga orangtua tetap dapat mengenali dan membekali mereka tanpa berusaha mengontrol lingkungan di luar rumah yang mulai mereka masuki. Ah, pastinya akan jauh lebih jelas bila menyimak langsung. :D
Terima kasih Feka Angge Pramita MPsi :)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES58 teenager
Di sebuah seminar membimbing remaja, narasumber bertanya pada ibu-ibu yang hadir, apa keluhan mereka tentang anak remaja mereka. Beberapa jawaban yang disuarakan kira-kira adalah bahwa anaknya tertutup, ga mau cerita sama orangtua, lebih menghargai pendapat teman, kurang mau mendengar, lebih banyak…

AES178 Bincang Siang Bersama Teman-teman Muda BBG
Hari minggu lalu, saya berkesempatan berbincang dengan guru dan teman-teman Rico dari tempat kursus Bahasa Jerman di BBG (Bina Bintang Graha). Bertempat di kebun Suka Ampat, Lembang, kelas Rico kumpul-kumpul di sana untuk penutupan rangkaian program kelas intensif belajar Bahasa Jerman, melaksanaka…

AES62 Remaja Jompo
Mungkin teman-teman yang main tiktok sudah cukup familiar dengan istilah remaja jompo. Remaja jompo itu satu julukan untuk teman-teman yang masih remaja atau masih muda, tapi banyak penyakitnya kayak orangtua. Contohnya sakit pinggang, sakit kepala, dan lain-lain. Banyak juga orang-orang di tiktok…


