AtomicEssay

125 imprint

innocentiainepenulis arsip2

Bungsu dari 4 bersaudara, ia lahir dengan jarak usia cukup jauh dengan kakak-kakaknya yang sudah mulai memasuki usia pra remaja. Mungkin karena itu di mata ayah, ibu dan kakak-kakaknya ia selalu terasa masih kecil. Masa bersekolah bukan masa gemilang untuknya. Sekadar mengejar kewajiban sebagai anak. Yang selalu berpendar terang sejak ia kecil adalah pembawaannya yang menyenangkan dan kemampuan sosialisasi yang baik. Temannya selalu banyak dan dari berbagai kalangan. Sejak kecil hari-harinya selalu diramaikan oleh teman-teman baiknya. Selalu saja ada teman yang datang, untuk nangkring atau menjemput main. Kesukaannya ngoprek mobil atau motor akhirnya menjadi usaha yang ia tekuni, tetap berkongsi dengan teman-teman.

Bila tidak lewat ceritanya di akhir masa hidupnya, atau lewat cerita-cerita para sahabat, ayah ibu dan kakak-kakaknya tidak menyadari bahwa si bungsu telah menemukan bintangnya, menemukan ikigainya. Di tengah perjuangan melawan sakit, antara bertanya dan bercerita, ia mengatakan bahwa ia tak mengerti mengapa ia harus mengalami sakitnya saat itu, karena ia bahagia dengan hidupnya saat itu, ia bersyukur dan bangga dengan semua perjuangan dan perjalanan hidupnya. Ia selalu menantikan hari baru, bangun pagi dengan semangat, menjalani hari dengan sungguh senang. Ia sahabat yang setia, seru dan menyenangkan, juga penolong. Pemimpin yang meski galak, tegas dan jelas, sekaligus perhatian. 

Di antara kesibukannya, selalu ada hal kecil yang ia sempat lakukan untuk keluarga dan orang lain. Seperti membelikan makanan kesukaan ayah, memperbaiki kendaraan keluarga yang tidak terurus, memesankan tukang pijat untuk kakak.. Meski sangat sibuk, perhatian pada detil, pada hal-hal kecil memang sepertinya tak pernah luput darinya. Hal ini tercermin dari penampilannya, dari hasil pekerjaannya, yang berciri apik, teratur, berkualitas baik, ataupun dari relasinya dengan sekitar, yang tampak santai sekaligus penuh perhatian dan penghargaan.

Semboyan work hard play hard sepertinya pas dengan dirinya. Saat bekerja ataupun bermain ia selalu sungguh-sungguh. Ah banyak sekali kesan mendalam yang ia tinggalkan dalam rentang hidupnya yang relatif singkat. Menjadi kenangan indah bagi yang ditinggalkannya. 

“Only a moment you stayed, but what an imprint your footprints have left in our hearts.” Dorothy Ferguson

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

106 keluarga

You don’t choose your family. They are God’s gift to you, as you are to them.~ Desmond Tutu Belakangan cukup banyak peristiwa keluarga, yang karena pandemi benar-benar hanya melibatkan keluarga. Meski pada kenyataannya kedekatan dan relasi yang terjalin dengan orang-orang di luar keluarga mungkin s…

innocentiaine40
AtomicEssay

104 felix natalis

Sosoknya gagah, sehat terjaga bahkan hingga usia yang kini sudah terhitung lanjut. Sejak muda sangat suka bahkan menekuni serius berbagai olahraga. Sepertinya sangat jarang ada pekan dalam hidupnya terlewat tanpa olahraga. Temannya banyak, di antara teman, rekan, saudara, sikap-sikapnya kerap mengg…

innocentiaine30
AtomicEssay

AES 1540 Sebuah Perayaan

Kenapa topik kematian menjadi sebuah hal yang paling jarang diperbincangkan dan menjadi semacam hal yang tabu? Saya tidak terlalu mengerti jika itu dikaitkan dengan semacam rambu-rambu dalam hubungan sosial, tapi jika saya menyelami pengalaman pribadi, terutama akhir-akhir ini saya sangat lekat dal…

joefelus40