AtomicEssay

AES 001 Jagat Alit - Jagat Agung

Gunawan Muhtarpenulis arsip2

Di Nusantara, pada banyak ajaran spiritual kuno seperti Ajar Pikukuh Sunda, Kapitayan, Kaharingan, Agame Tirtha (Bali), dll dikenal suatu konsep universal tentang Jagat Alit-Jagat Agung atau Buana Alit - Buana Agung.

Konsep ini lahir dari pemahaman leluhur Nusantara tentang hubungan manusia dengan alam semesta, tentang bagaimana manusia, adalah kesatuan tak terpisahkan dengan jagat raya. Bahwa apa yang terjadi didalam diri manusia, secara langsung juga mempengaruhi alam semesta disekitarnya.

Di dunia barat, banyak sekali jurnal ilmiah yang diterbitkan para ilmuwan yang sejalan dengan pengetahuan kuno ini. Diantaranya yang paling populer adalah :

  1. "The Origin of Chemical Elements" — Burbidge, Burbidge, Fowler, Hoyle (1957)
  2. "The Chemical Evolution of the Galaxy" — Bernard E. J. Pagel (1997)
  3. "The Astrobiology Primer" (Astrobiology Journal, NASA Astrobiology Institute) 2006
  4. "Human Body Composition and the Origin of Elements" – American Journal of Physics (AJP), 2001
  5. "Stardust: The Cosmic Origins of Life" — John Gribbin (2000)

Jurnal ilmiah, buku akademik primer di bidang astrobiologi, dan buku ilmiah populer ini pada intinya menjelaskan bahwa unsur pembentuk tubuh manusia seperti karbon, oksigen, nitrogen, fosfor, kalsium, besi dll terbentuk di interior bintang melalui reaksi fusi nuklir dan disebarkan ke alam semesta melalui ledakan supernova atau proses kosmik lainnya milyaran tahun yang lalu.

Dengan kata lain, manusia adalah bagian dari alam semesta, bukan hanya secara biologis, tapi juga secara kosmik dan atomik. Kita adalah bagian dari evolusi bintang dan galaksi.

Tak heran jika dalam banyak ajaran spiritual dihampir semua bangsa, ada suatu pemahaman universal tentang bagaimana eratnya kaitan antara manusia dengan jagat raya. Bahwa gerbang paling dekat untuk memahami luasnya jagat, ada didalam diri kita sendiri.

Marifat Islam misalnya (ajaran spiritual Islam) mengajarkan tentang pentingnya mengenal diri, Sefer Yetzirah – kitab spiritual Bangsa Yahudi menyebutkan bahwa “ Dia Yang Abadi Bersemayam Didalam Diri “, dalam Ajar Pikukuh Sunda ada prosa "Gorejag Saringkang Ringkang", suatu prosa yang menggambarkan betapa terkejutnya seseorang saat menyadari, bahwa yang dia cari selama ini, ternyata ada didalam dirinya sendiri.

Veda, Zen, Taoisme, Buddha, dll jika kita telaah intisari spiritualitasnya, pada prinsipnya juga memberitahu hal serupa.

Sungguh, diri kita, adalah hasil kreasi Jagat, Tuhan atau dalam sebutan apapun kita menyebut NYA, yang paling  dekat yang bisa diraba, yang bisa dirasakan pengalaman rasanya. Bahwa gerbang paling dekat menuju semesta tanpa batas, ada didalam diri kita sendiri.

Selamat menyelami semesta tanpa batas didalam diri kita masing masing.

Bandung, 6 Agustus 2025

Komentar (2)

Andy Sutioso

Terima kasih banyak Gunawan atas tulisan perdananya, yang merespons apa yang jadi wacana bersama di Rumah Belajar Semi Palar. Semoga ruang ini juga di forum-forum lainnya bisa jadi ruang belajar bersama. Nuhun pisan. Salam

GGunawan Muhtar

Rahayu Kak Andy. Sami sami dan hatur nuhun. Semoga tulisan ini semakin mempercantik warna warni di Semi Palar. Salam

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 13 - Siklus Kesadaran Bumi

Secara astronomi, seluruh benda langit bergerak lewat gaya gravitasinya masing masing. Tak terkecuali bumi dan tata surya kita. Gerak alam semesta ini, bukanlah gerakan acak, tetapi kombinasi tarikan gravitasi, massa, momentum dan pola energi yang sangat presisi. Albert Einstein menyebut keteratura…

Gunawan Muhtar22
AtomicEssay

AES852 Terkoneksi dengan Kesadaran Universal

Menggenapi lagi dengan satu kepingan tentang kesadaran - nyambung dengan apa yang sempat kita bahas bahwa manusia punya 'antena' yang mengoneksikan diri kita sebagai mikro kosmos dengan dimensi kesemestaan yang tak berbatas (makro kosmos). Filem pendek ini menjelaskan sekilas tentang itu. Banyak su…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES809 This is No Ordinary Time

Kalau kita mengamati sungguh-sungguh apa yang sedang terjadi, dinamika yang sedang berlangsung, sekarang ini bukan waktu yang biasa. Ada sesuatu yang luar biasa yang sedang terjadi. Sebuah titik balik, bagian dari siklus-siklus semesta yang kemungkinan besar luput dari perhatian kita. Sejauh penelu…

Andy Sutioso10