AES 003 Pilihan

Sesederhana hari ini, untuk memulai menulis temanya mau apa ya? Kalo sama Kakak-Kakak lainnya saya katanya harus terus belajar berimajinasi. Sama seperti hari ini, istilah saya bilangnya nulis hari ini serius atau imajinasi ya? Pada intinya sama seperti saya harus memilih.
Sejak kecil mungkin terbilang hingga dewasa selalu menyerahkan tugas saya untuk memilih pada orang yang saya anggap bisa memutuskan hal yang tepat bagi saya. Dia bukan orang lain melainkan orang terdekat saya, orang tua tentunya. Hingga hadir momen dimana saya berada bersama orang-orang baru saat masuk kuliah, dari beragam daerah dan latar belakang yang beragam pula. Diikuti juga dengan pola pikir yang tentunya sangat masuk akal ataupun tidak. Tentunya banyak sekali perbedaan cara pandang untuk memilih, ada yang memang ikut-ikutan, bertukar pikiran dengan orang terdekat, atau mempertimbangkan dengan matang, dan sebagainya.
Lalu terbesit untuk mencoba memilih dengan keputusan dan pertimbangan yang terpikirkan apa adanya saat itu. Berjalannya waktu, memilih bukan hanya saja dalam pandangan yang “tepat”. Karena jika terbayangkan saat pilihan itu hadir, tidak bisa dibilang 100 persen salah satu pilihan yang ada bisa dikatakan tepat. Pertimbangan tentunya juga selalu menjadi poin utama yang entah untuk plus minusnya dari setiap pilihan itu. Namun rasa merelakan dan melepaskan pilihan yang tak terpilih juga yang tak terbayangkan juga akhirnya seperti apa.
Pada akhirnya setelah bagian berpikir yang digunakan, hadirnya keikhlasan juga berserah pada Tuhan akan menjadi penenang. Terutama saat kita memilih menantang diri. Ada pertanyaan yang selalu hadir dari orang di sekitar, “Apa yang masih dirasa kendalanya?”. Namun jika hadir di lingkungan baru yang mendukung, orang terdekat juga selalu hadir dan percaya kita bisa. Maka kendala itu bukan dijadikan suatu hal besar yang bisa dikatakan masalah. Namun mau atau tidaknya kita berusaha untuk mengubah kendala sebagai tantangan yang perlu kita cari solusinya.
Selain keberanian untuk memutuskan. Untuk beberapa orang, termasuk saya juga masih terus menanamkan kepercayaan diri dengan kalimat “aku pasti bisa” masih aku terus yakini. Seperti pesan yang ku dengar dari pemenang salah satu olimpiade. Ibu dari pemenangnya pernah berpesan untuk yakin pada diri sendiri dengan mengucapkan kalimat positif di saat bangun tidur. Lalu pemenang tersebut selalu mengucapkan “aku hebat, aku bisa menjalani hari dengan baik, Aku dapat berdampak dan membawa kebaikan hari ini, ataupun dengan berdoa untuk kegiatannya hari itu”.
Ya kembali lagi belajar menentukan pilihan sebaiknya ditanamkan sejak dini. Yap sama halnya yang saya temukan di Smipa ini, sejak jenjang kecil mereka sudah diminta untuk menentukan pilihannya sendiri. Sesederhana menentukan permainan yang akan dipilih saat itu, entah bermain ucing sumput ataupun ucing bola. Teknik menentukan pilihan juga tentunya dikembalikan pada anak. Sama seperti ketika anak bertanya, apakah kita sebagai Kakak perlu menjawabnya langsung, tentunya tidak, coba untuk memantik pertanyaan kembali dengan harapan anak bisa menjawab pertanyaannya sendiri terlebih dahulu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 002 Circle Time
Kegiatan rutin yang saya temukan di Smipa salah satunya adalah circle time. Setiap pagi anak-anak bersiap untuk bermain bersama teman-temannya dengan duduk melingkar, menyusun kursi dengan mandiri secara berjarak. Circle time pada jenjang KBTK biasanya dilakukan untuk membuka kelas dengan rangkain…
Ninda30
AES 001 Kegemaran dan Suara Kodok
Setiap pagi teman-teman Warabiar melakukan kegiatan rutin bermain bersama di mulai dari waktu datang ke sekolah sampai waktu circle time dimulai, yang setiap harinya memiliki jadwal tersendiri untuk bermain di dalam kelas atau di luar kelas. Pagi ini teman-teman Warabiar memiliki kesempatan bermain…
Ninda51
AES049_Macet deui
Beuh macet deui jiga kamari. Penyebabnya sama, masih banyak polisi. Udah mah aku berangkatnya kesiangan, ditambah macet jadi makin telat. Untungnya pas aku sampai SMIPA, JABAWASKITA belum mulai. Aku sedang membaca ulang buku serial Supernova, karya Dee Lestari. Aku sangat suka dengan serial Superno…
Tatha Wu10