AES 006 - Hujan kembali turun

Hujan kembali turun di penghujung tahun ini, membersamai di bulan Oktober yang sendu. Padahal sudah bergaung kekhawatiran soal sedahsyat apa kekeringan akan terjadi di tahun ini. Dari sejak awal tahun 2026, petani sudah berbicara tentang fenomena El Nino baru yang cukup ekstrem; saking mencekamnya, ia disebut Godzilla El Nino. Artikel-artikel koran memberitakan potensi penurunan produksi pertanian akibat kemarau panjang, bertanya-tanya tentang apakah persediaan pangan kita cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 287 juta jiwa yang lapar.
Puncak keringnya terlihat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa bulan ke belakang, menghantui tidak hanya Sumatra dan Kalimantan, tapi juga Jawa, Sulawesi, dan Papua di beberapa titik-titik api. Kabut asap menyelimuti jalanan, menutup pandangan orang-orang, menghentikan sejenak proses belajar dan bekerja yang sejatinya terus berjalan di semua tempat.
Lalu, setelah alam memberi pelajaran berharga kepada kita tentang makna dari kelestarian, kepedulian, kesetiaan, dan kepekaan, ia kemudian memaafkan. Hujan menghapus segala amarah dan dosa, membersihkan jiwa dan raga, memulai kembali dari awal. Tapi alam tidak melupakan. Kita, manusia, yang seringkali lupa, menganggap semua baik-baik saja, sampai satu waktu di mana alam kembali mengingatkan. Apa sudah kita memperbaiki kesalahan kita, mengurangi ketamakan, kembali memberi untuk alam dan sesama? Atau kah kita masih saja lalai dan bergelimang dengan keserakahan?
Hanya waktu yang nanti bicara.
Ada di Kompilasi:
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 005 - Melambat untuk Selamat
Tulisan ini tidak bercerita tentang tertib berkendaraan, atau juga soal makan saat lapar, meskipun itu juga sama-sama relevan dengan adagium 'alon-alon asal kelakon'. Yang mau saya bicarakan adalah tentang pertumbuhan ekonomi. Di tengah masyarakat yang senantiasa dipacu oleh waktu dan kata sakti 'p…
angga00
AES 04 - Sejarah tidak (harus) linier
The Dawn of Everything: A New History of Humanity karya David Graeber dan David Wengrow mungkin adalah salah satu buku populer non-fiksi paling tebal yang saya pernah temui. Sepertinya ini lebih tebal daripada buku Guns, Germs, and Steel-nya Jared Diamond, meskipun ada kesamaan antara dua buku ini:…
angga11
AES 003 - Barter yuuuk....
Pada zaman dahulu kala, sekitar tahun 2020, Covid-19 melanda. Ekonomi ambruk, saat perputaran uang melambat. Di berbagai belahan dunia, komunitas-komunitas lokal berusaha menghidupkan kembali hubungan antarsesama, sekaligus geliat ekonomi, lewat aktivitas Barter. Di Amerika Latin (Mexico, Kolombia,…
angga30



