AtomicEssay

AES 008 Engkaulah Para Pencipta Realitas

Gunawan Muhtarpenulis arsip2

Yang orang lain pahami, keyakinannya, agamanya, tatacara ibadahnya, pemahaman spiritualnya dll, itu tidak penting. Sangat tidak penting.

Yang terpenting adalah : Apakah pemahaman kita, tatacara ibadah kita, keyakinan yang kita yakini, atau spiritualitas yang kita pahami, telah mampu membuat damai dan tentram batin kita sendiri? Telah mampu membuat pikiran dan hidup kita bahagia?

Karena hanya dengan terlebih dahulu mendamaikan dan membahagiakan dunia didalam diri kita, mendamaikan semesta dibalik jidat dan dada kita, barulah kita akan sanggup mendamaikan dan membahagiakan dunia diluar diri kita.

Apa yang kita rasakan dan pikirkan, kedamaian dan kegelisahan batin kita secara energi berpengaruh langsung terhadap gerak materi dijagat ini. Banyak sekali jurnal ilmiah yang membahas ini. Banyak sekali ajaran spiritual yang menyadarkan kita akan fakta ini.

Kegaduhan dan keributan dibumi, adalah perwujudan dari kegaduhan dan keributan kolektif manusia yang menghuninya, yang menyebarkan energi kegelisahan dan kemarahan pikirannya secara masif ke medan magnetik bumi. Hanya tidak semua manusia sadar, bahwa mereka secara langsung berpartisipasi dalam menciptakan realitas dibumi lewat gerak rasa, emosi dan pikiran mereka sendiri.

Jadi lihatlah kedalam diri, lihatlah pikiran dan rasa dibalik dada kita sendiri. Itulah pengalaman yang akan kita proyeksikan menjadi realitas kita sehari hari.

Itulah kenapa, sejatinya perjalanan spiritual adalah proses kita, mengenal diri kita sendiri. Memahami siapa sesungguhnya yang sedang bernafas, sedang berpikir, sedang membaca tulisan ini, sedang mengalami seluruh pengalaman rasa yang kita alami ini.

Lewat mengenal diri inilah, gerbang keheningan dan ketiadaan total (SUWUNG) akan terbuka. DIA lah kesadaran yang sedang mengalami dirinya menjadi segala sesuatu, yang dalam bahasa manusia, disebut Tuhan, God, Gusti, Sang Hyang Widhi, dan apapun labelnya, yang adalah kesatuan tak terpisahkan dengan diri kita dan segala sesuatu.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Terima kasih. Saya bersepakat. Agama terutama tata cara, ritual dan ajaran-ajarannya adalah jalan, alat bantu, perangkat untuk membantu manusia mengoneksikan dirinya dengan Sang Pencipta. Dan ya, tidak bisa dipungkiri, banyak yang terperangkap di sana.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 14 - "Kontrak" Jiwa anak dan orang tua

Secara spiritual, orang tua dan anak itu, bukan hanya hubungan biologis, melainkan proses evolusi kesadaran dua arah antara jiwa yang berperan menjadi anak, dan jiwa yang berperan sebagai orangtuanya. Keduanya, baik anak atau orang tua, adalah kesadaran individu (jiwa) yang sedang mengalami pengala…

Gunawan Muhtar32
AtomicEssay

AES 11 - Kehidupan Adalah Tujuan itu Sendiri

Ibarat tubuh kita (yang adalah semesta pada skala yang lebih kecil), dari rambut, kulit, sampai seluruh organ tubuh yang tak terlihat, semua bagian diperlukan dan memiliki fungsinya masing masing. Tidak ada bagian tubuh yang kurang penting, atau lebih penting dibanding yang lain. Yang membedakan ad…

Gunawan Muhtar32
AtomicEssay

AES 10 Sang Juru Selamat

Disclaimer : Bila tulisan ini tidak sesuai dengan agama dan keyakinan anda, mohon kiranya jadikan ini semacam cerita fiksi, untuk menemani secangkir kopi. Dan Sang Juru Selamat yang engkau nanti nantikan itu bukanlah sesosok mahluk yang turun dari langit, tapi adalah dirimu sendiri. Kesadaranmu sen…

Gunawan Muhtar40