AES 01 Hiburan Remeh Diatas Motor Putih Mempesona

Ayah Azwapenulis arsip2

Perjalanan pulang dari SMIPA menuju rumah sekitar 15 menit, aku mengendarai motor putih yang mempesona sambil membonceng Azwa, anakku, sepulang sekolah. Seperti biasa, di atas motor, aku selalu mengajaknya berbincang. Topiknya bisa apa saja-yang penting beramah tamah antara ayah dan anak. 

Aku biasanya memulai obrolan dengan pertanyaan, "Gimana tadi di sekolah, Neng?"
Biasanya, Azwa menjawab dengan beragam respon:
"Seru, tadi di sekolah..."
"Ah, ngeselin. Masa tadi..."
atau hanya "Biasa weh."

Cerita Azwa itu beragam, mulai dari gibahan receh hingga premium, dari pujian hingga makian—bahkan kadang terselip kutukan bodor untuk kakak atau temannya yang jika dihari itu membuatnya kesal. Apa saja bisa diceritakan oleh Azwa.

Bagi saya, ceritanya selalu menjadi hiburan yang menyenangkan sepanjang perjalanan. Apalagi, tak jarang Azwa menyelipkan celetukan-celetukan lucu di tengah ceritanya.

Sampai suatu sore, saya memilih rute pulang yang berbeda, yakni Jl. Babakan Loa. Di jalan tersebut terdapat sebuah kampus yang di depan gerbangnya banyak pedagang seperti tukang bakso, siomay, cakue, cingcau, dan lain-lain. Para pedagang ini tidak menetap, mereka berjualan menggunakan gerobak dorong atau dipikul.

Biasanya suasana ramai saat siang hari, namun menjelang sore, hanya sebagian yang masih bertahan berjualan, sementara yang lain sudah pulang atau pindah tempat. Dari sekian banyak pedagang, salah satu yang menjadi langganan Azwa adalah pedagang siomay. 

Sambil menyetir motor, aku bilang ke Azwa, "Neng, hari ini kita pulang lewat Babakan Loa ya."

Dari belakang boncengan, Azwa langsung merespon, "Ayah, kalau ada Tukang Siomay, mampir ya!."

Reflek saja aku bertanya, "Mau ngapain mampir ke Tukang Siomay?"

Dari belakang, perlahan Azwa mendekatkan wajahnya ke arah telinga kananku.

Dengan nada sedikit kesal, Azwa tiba - tiba teriak, "Mau silaturahmiiii, Yahh!"

Hening sejenak. 

Aku, “Hah?”

Azwa, masih kesal sambil mencubit , “Yaa kalii mau silaturahmi ke tukang siomay? Aku mau beli somay, atuh Yah! Gimana sih!"

Setelah aku sadar bahwa pertanyaanku tadi sebenarnya tidak penting untuk ditanyakan, dan juga karena membayangkan wajah kesal dan jawaban jenaka Azwa yang mau silaturahmi ke tukang siomay. Seketika aku tertawa terbahak-bahak, sampai harus memberhentikan motor karena tak kuat menahan ketawa.

Begitulah celetukan remeh Azwa yang bagiku selalu menghibur. Hal-hal tak terduga seperti ini sering terjadi di perjalanan pulang sekolah di atas motor-si putih yang mempesona. 

[IRF]

Komentar (4)

Andy Sutioso

Selamat postingan pertamanya ayahazwa. Silakan diberi kode AES 01 atau 001 di depannya. Sipaya berlanjut ke tulisan berikutnya. Cerita² receh kayak gini nih yg berharga banget di smipa. Hal² kecil yang membangun koneksi anak dan ortu. Nuhun sudah berbagi di sini.

Ayah Azwa

Makasi Kak Andy

joefelus

Hahahaha... ini sebuah esai perdana yang nikmat dibacanya! Selamat dan ditunggu coretan-coretan berikutnya.. Kita "saliaturahmi" di sini walau belum pernah berjumpa!

Ayah Azwa

Makasi Om Joe ! Semoga kita segera berjumpa ya

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES881 The Living Years : Bicara Lintas Generasi

Karena sedang banyak membicarakan tentang generasi, saya ingin menempatkan lagu ini di Ririungan. Lagu lawas yang dibawakan oleh grup musik Mike & The Mechanics. Judulnya The Living Years. Lagu yang masih kerap saya putar di playlist saya. Beberapa waktu lalu di tengah kemacetan lalu lintas, la…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES 001 Catatan (calon) Nenek Buyut

"Palingan juga ga ada yang baca" kalimat sederhana yang disampaikan Kak Andy ketika Pertemuan Ortu di sesi info Feslit dan ajakan nulis di AES. Sederhana, tapi cepleng meruntuhkan segala kegalauan dan pressure of being seen. Ada banyak ide di kepala, ada banyak narasi yg butuh outlet. Ketika direnu…

Lei42

AES001 | 4,347 days

Hallo, saya Indiana, seorang ibu dari 4 putri bernama Semesta, Kelanabumi, Sabdalangit dan Kisah Rembulan. Tidak pernah ada dalam benak saya bahwa pada suatu hari saya akan menjadi seorang ibu dari 4 orang anak. Bagaimana rasanya? Pikiran saya selalu sibuk dan rasanya tubuh saya selalu merasa lelah…

indianaayu40