AES 010


Source: https://unsplash.com/photos/traffic-light-sign-underwater-_whs7FPfkwQ?utm_content=creditShareLink&utm_medium=referral&utm_source=unsplash
Guyonan Kak Robert waktu di Semipa Co Op terngiang di kepala kala aku hingga saat tulisan ini dibuat menjawab pertanyaan “Wih pecinta alam nih” lalu balasan lain dari kakak Robert maksud bilang “Nah kalau alam tidak mencintai kita bagaimana?”
Memikirkan ini bahwa alam mencintai manusia balik dengan memberikan segala yang dimilikinya. Cuaca misalnya sesuai waktunya saat waktunya alam itu kemarau ia akan tepat waktu kemarau, dan jika waktunya musim hujan ia akan tepat waktu masuk musim hujan.
Atau hal lainnya misalnya seperti bagaimana ketika di gunung kita mendapatkan udara yang sejuk dan dingin. Kita merasakan langsung dari alam rasa cintanya mereka kepada kita. Pepohonan menyerap karbondioksida yang dikeluarkan oleh pohon sementara pohon mengeluarkan oksigen. Serta mata air yang tersedia dari sumber mata airnya juga merupakan anugrah dari cintanya alam ke manusia.
Alam terlihat marah dalam hal memberikan banjir, longsor, gempa, badai, dan lain-lain. Kehancuran yang terlihat karena manusia juga tidak sayang dengan alam. Bangunan dibangun di atas tanah tanpa perencanaan yang matang membuat alam semrawut. Yang diberikan alam kepada manusia malah dibalas sangat serampangan. Tubuh alam disakiti sehingga alam tidak punya kesempatan untuk memperbaharui tubuhnya sendiri.
Tubuh alam yang demikian rupa tidak mudah untuk memperbaharui tubuhnya kembali. Regenerasi tubuh manusia dengan alam sangatlah berbeda. Alam butuh waktu bertahun-tahun untuk memulihkan diri. Sehingga ketika bencana seolah alam yang memberikan hukuman kepada kita. Seolah alam memberikan racun (cinta yang beracun) kepada kita. Padahal nyatanya cinta kita lah yang beracun kepada alam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 012 KENAPA KITA DITAKUTI DENGAN SIMBOL
Pocong bersenjata tajam mulai menakuti kita. Dia muncul di depan pintu, mengetuk. Seolah menakuti walau malah memberikan aroma bau busuk yang terlacak. Polanya punya jejak panjang dengan teror-teror sebelumnya seperti Kolor Ijo, Dukun Santet, dan sebagainya. Kolor Ijo muncul pada era saat ekonomi o…
AES 011 WAKTU YANG BERBICARA PADA GURU
Ini kali pertamanya Dia menjadi wali kelas. Setelah pembagian raport semester dua Dia menerima banyak amplop dari para wali murid, namun membuatnya gamang. Membuat matanya terus memperhatikan amplop yang tergeletak di meja kerja kamarnya. Dia tidak berani membukanya. Kamar kos seharga 300.000-an it…
AES 009|WAKTU HENING-MEDITASI DAN KESUFIAN
Waktu hening merupakan waktu yang ada di Rumah Belajar Semi Palar yang dilakukan sebelum mulai belajar. Caranya melakukannya yaitu Kakak Fasilitator dan siswa menutup mata selama 7-10 menit dan hening seperti meditasi. Semuanya diam dan meresapi segala tarikan nafas serta pusatkan ada di dahi. Juga…
