AES 010 JANGAN LUPA

Adalah frasa yang paling saya hindari, dalam arti minimalisasi penggunaannya. Karena rasanya seperti mengucapkan mantra penuh kesia-siaan, seperti makan nasi goreng yang sudah tinggal beberapa butir baru menemukan kerupuknya tertinggal dalam bungkusan. Jadinya kesisa-sisaan, makan kerupuk pakai butiran nasi goreng.
Kata jangan seringkali menutup saluran pendengaran, sehingga setelah kata ini terdengar, kata selanjutnya tak didengarkan. Jangan hujan-hujanan! Jadinya?
Jangan lupa! Jadinya?
Bukan berarti hujan-hujanan & lupa dilakukan untuk melawan, atau menolak, atau menyangkal. Bukan!
Kata kedua kan sudah tidak terdengarkan, jadinya tidak ada hubungan. Yang dilakukan bukan perlawanan, yang dilakukan hanya kebiasaan seperti biasanya seakan tidak ada apa-apa.
Kalau memang kesukaannya hujan-hujanan ya, jadi hujan-hujanan. Kalau gak suka hujan-hujanan, tidak akan. Bedanya, yang tidak hujan-hujanan kita beri label mendengarkan sedangkan yang hujan-hujanan kita beri label bebal. Padahal keduanya sudah menutup saluran mendengarkan kata kedua, oleh penempatan jangan di awalan.
Mereka hanya melakukan yang sudah jadi kesukaan & kebiasaan. Kita memberi penilaian dan label karena merasa telah turut jadi bagian. Padahal enggak.
Tanpa kata jangan pun pola kebiasaan selalu berulang, dengan kata jangan malah semakin dapat dipastikan.
Jadi, siapa yang sebenarnya bebal? Yang tetap mengulang-ulang frasa jangan lupa, atau yang selalu lupa.
Jangan lupa. Bagaimana kalau diganti dengan, ingat.
Jangan lupa makan, jadi ingat makan.
Jangan lupa cuci piring, jadi ingat cuci piring.
Jangan lupa-kan aku, jadi ingat aku.
Sepertinya lebih enak pakai ingat, lebih ngirit kata jadi ga panjang ngetiknya & gak abis napas ngucapinnya.
Ingat, jangan lupa ya.
Komentar (1)
Bukan kelupaan kan ya?
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES198 Melampaui Diri
Tidak memaksa, tidak biasa. Tidak terpaksa, tidak bisa. Bisa karena biasa. Ohya, bisa di sini maksudnya mampu. Bukan racun. Ular berbisa itu ular beracun, bukan ular yang serba mampu. Kalau ular serba bisa, nanti ujungnya diminta kerjain semuanya. Dari mikirin, ngerjain, ngebenerin, sampe ngelapori…

AES 160 Pars Pro Toto (5menit)
Untuk apa membuat kekhususan tindakan di jam tertentu? Kayak jam 3-5 pagi kalau mampu mulai merasa-rasakan kondisi badan dan dinamika yang ada dalam pikiran. Gausah beranjak bangun peregangan olahraga, gausah juga meditasi duduk sila. Merasa-rasakan saja. Nanti deket-deket jam 5 bisa lah membayangk…

AES 149 Mood - (5menit)
Terlihat dari mimik muka dan gestur badan lah, mood itu. Kalaupun pengendalian dirinya meningkat dari sebelumnya sampai bisa mengendalikan mimik dan gestur badan dalam mengelola mood, aromanya tetap tercium. Tak perlu sampai aroma yang tercium, mimik muka yang terlihat saja sudah cukup untuk menjad…

