AES 011: Hari Pertama, Tahun Kedua

Mentari telah bersinar, dan aku berada di ambang telat.
Bersenjatakan buku, kertas, dan laptop aku letakkan di dalam tas.
Meletakkan tas di basecamp aku berlagak cepat menuju lapangan basket.
Hari ini adalah hari pertama dalam tahun ajaran yang baru, tahun ajaran kedua-ku di KPB Semi Palar. Tidak lama yang lalu terasa sibuknya Beunta Batik, namun nampaknya rasa menghianati kalendar dan bulan libur telah usai. Aku menginjak lagi Semi Palar bagai tempat yang tenggelam dalam benah, ditelan oleh lautan hari libur.
Upacara dimulai, dan juga diuraikan teater pertunjukan bangsa dan negara.
Setelah upacara kami memulai kegiatan. Duduk dalam barisan menuju proyektor. Kak Andy sekali lagi menceritakan cerita kuno Ka-Pe-Be, diikuti dengan tanya jawab untuk Kak Andy dan Alumni KPB. Mencuri perhatian semua adalah kawan baru yang berikutserta, hanya tiga.
Dari pagi menuju sore, kami duduk bersama di Pendopo.
Kami, segelintir K11 & K12 bercakap soal pengalaman sejauh ini di KPB untuk satu seorang dari tiga kawan-kawan baru yang akan berikutserta dalam KPB. Entah jika berguna bagi tulisan, tapi penceritaan bak curhat berjalan terasa cepat, dan berakhir pun kegiatan hari ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 013: Hari Ketiga, Tahun Kedua
Angin mendinginkan kota, menyambut hari yang baru. Seperti membidik panah, hari ini kami menetapkan arah tujuan kami di tahun ajaran baru. Bayang-bayang masa depan menjadi peta yang memandu arah. Mungkin hari ini adalah penanaman akar baru yang kelak akan membuahkan hasil. Dan sekarang, kita menant…

AES 012: Hari Kedua, Tahun Kedua
Jarum jam menunjuk angka 7, dan Basecamp terasa kosong, sunyi.Hari ini dingin sekali, terlebih karena kekosongannya.Meletakkan lagi tas-ku untuk kedua kalinya di tahun ini, terlihat seorang sosok. Jarum jam menanti jam 8. Jam 8 telah tiba dan kelas telah dimulai. Rasa seperti dilakukan berminggu-mi…

AES 010: Tua
Aku suka barang tua.Entah berapa banyak, barang-barang itu menumpuk menghiasi rak buku menemani bacaan-bacaan penghuni asli negeri rak buku. Sesungguhnya tidak ada alasan untuk mengkoleksi. Sudah beberapa tahun sejak 'mengakuisisi' dua buah mesin tik (melalui nepotisme yakni warisan keluarga) dan m…
