AES 019 Bajingan dan Lotek

selinepenulis arsip2

Day 9, 13 Mei 2026

Kegiatan hari ini bisa dibilang "santai tapi berisi." Dari pagi sampai siang sebenarnya jadwal kami cukup kosong, karena agenda utamanya baru ada di sore hari, Food Testing bareng Mas Yudi. Buat yang belum tahu, Mas Yudi ini adalah kurator makanan di Pasar Papringan. Tugas beliau sangat krusial menurutku, mulai dari menyortir makanan yang layak jual, kontrol porsi, mengatur harga, sampai yang paling penting mengkritik rasa. Beliau yang memberi feedback kalau masakan para ibu-ibu di sini kurang asin, kemanisan, atau mungkin porsinya perlu ditambah atau kurang.

Sekitar jam 2 siang, kami standby menunggu kabar. Kami sudah kontak Mas Yudi dari kemarin juga sih. Akhirnya jam 3 sore kami dichat melalui WA oleh Mas Yudi, diarahkan untuk merapat ke rumah Bu Sannah, karena semua makanan baru yang mau masuk ke Papringan bakal ditest di sana. Oh iya, ini juga pertama kalinya kami main ke rumah Bu Sannah lho.

Ternyata, ada alasan kenapa rumah Bu Sannah yang dipilih. Beliau adalah volunteer yang mengajukan diri untuk memproduksi kecap manis alami tanpa pengental buatan, karena Mas Yudi lah yang menawarkan ke beberapa warga siapa yang mau membantunya menjual dan membuat kecap manis ini. Uniknya lagi, kecap ini dibuat dari kulit pisang, Mas Yudi memberikan arahan langsung soal step by step pembuatannya, dan kami pun tidak tinggal diam saja, kami langsung masuk ke dapur untuk bantu bantu.

Tidak lama setelah kami sampai, ibu ibu lain yang mau mengajukan menu baru pun mulai berdatangan. Ada satu menu yang namanya unik banget dan bikin ketawa hahaha yaitu "Bajingan". Terdengar extreme ya, tapi rasanya? JUARA!!!! Makanan ini terbuat biasanya dari singkong yang dipotong dadu, lalu dibaluri gula aren cair yang kental. Ibu yang bawa menu ini menyediakan dua versi, singkong dan talas. Kalau kata Vania sih rating-nya 10/10, dan aku setuju banget, apalagi yang versi talas. Enaknya kebangetan.

Selain itu, ada juga ibu yang membawa Lotek. Tapi ini bukan lotek biasa, karena ada campuran batang bunga berwarna merah (aku lupa namanya, tapi unik banget belum pernah liat sebelumnya). Karena masih sisa banyak dan Mas Yudi bilang ini nggak bisa disimpan sampai besok, akhirnya aku yang bertugas menghabiskan semuanya. Hahaha puas banget..

Hari ini ditutup dengan perut kenyang dan ilmu baru soal gimana standar kualitas makanan di Pasar Papringan yang dijaga. Ternyata, di balik makanan enak, ada proses kurasi yang super detail.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 020 Kali dan Pring

Day 11, 15 Mei Hari ke-11 dimulai seperti biasa dengan rutinitas pagi kami. Karena agenda hari ini lumayan minim dan siangnya gabut, kami akhirnya memutuskan untuk jalan kaki tanpa tujuan pasti, alias sekadar eksplorasi lingkungan sekitar. Pada akhirnya langkah kaki membawa kami sampai ke area kali…

seline20

AES 018 Bertemu Mba Siska

14 Mei 2026 Hari itu menjadi sebuah perjalanan yang cukup panjang dan penuh kesan. Perjalanan dimulai pukul 09.00 WIB menuju kediaman Mba Siska. Meskipun sempat mabuk darat karena medan jalan yang sangat berkelok-kelok, rasa "mabuk" itu terdistraksi saat melihat keindahan rumahnya Mba Siska, teruta…

seline21
Atomic Essay

AES047_Santai Aja

Hmmmm, tiba-tiba aku mau menceritakan apa sih yang aku rasakan dari awal ke Temanggung hingga sekarang, saat sudah mendekati waktu pulang. Kalau hidup di kota dan desa dibandingkan, wooooaaaww sangat sangat beda. Pertama tentunya dari sisi lingkungan, di kota banyak gedung-gedung tinggi, di desa ha…

Tatha Wu10