AtomicEssay

AES #04 GeForce RTX

joefeluspenulis arsip3

Sekarang balik lagi ngobrol yang agak santai, ya!

Memotivasi anak remaja untuk belajar disiplin ternyata sulitnya minta ampun. Sejak masuk SMA, Kano yang kemarin lulus SMP dengan memperoleh piagam penghargaan karena prestasi akademik dari presiden Amrik langsung terjun bebas! Alasannya, sekolah baru ga enak, gurunya nyebelin, dan keluhan2 lainnya.

Saya berusaha memberikan motivasi dan reinforcement sekuat tenaga. Walau punya pengalaman belasan tahun jadi guru, kalau menghadapi anak sendiri kok susahnya ampun-ampunan. Jangankan anak jadi punya motivasi, ujung-ujungnya malah berantem! Serius loh, sama anak orang saya bisa jauh lebih sabar daripada dengan anak sendiri. Pusing tujuh keliling, berusaha mencari cara untuk memotivasi sulitnya minta ampun.

Kano hobby bermain game, itu mungkin salah satu alasan mengapa banyak waktu dia terbuang. Yang harusnya digunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah, dia lebih banyak menggunakan waktunya untuk game! Babak belur deh! Suatu saat hampir di akhir semester dia punya hutang tugas tidak tanggung-tanggung: 64 tugas!!! Butuh keajaiban untuk menyelesaikan ini semua dalam 2 minggu!!!!

Memanfaatkan kegemarannya, saya memancing dia untuk berprestasi di sekolah dengan janji bahwa jika urusan sekolah membaik, saya akan mencoba memberi dia gaming computer. Nah dia langsung terlihat bersemangat dan tampak tugas-tugas dia mulai dikerjakan dengan lebih lancar dan jauh berdisiplin. Kemudian, terjadi petaka baru karena saya dan istri kurang ada kerja sama yang baik, ceritanya gini:

Sebagai siswa program IB, dia punya personal project sebagai salah satu syarat kelulusan. Tiba-tiba istri bilang ke Kano bahwa komputer tidak akan dijadikan sebagai hadiah tapi sebagai personal project, dia harus bangun komputer itu sendiri! Karena apapun yang terjadi dia pasti dapat komputer, urusan sekolah mulai menurun lagi. Dia lebih memikirkan riset bagaimana cara membangun komputer dari pada tugas sekolah dan akhirnya kelas-kelas lain terjun bebas lagi. Hadeuh!!!

Mungkin situasi ini terjadi karena masalah perkembangan. Kehidupan remaja tampaknya dikendalikan oleh hormon-hormon yang mengacak-acak segala hal. Apapun yang kami coba gagal total. Kadang saya sampai sulit tidur karena memikirkan segala hal serta membaca banyak referensi soal perkembangan seorang remaja. Saya yang dahulu selama belasan tahun bergumul dengan para remaja di sekolah, sekarang seolah-olah masuk ke dunia yang sama sekali tidak saya kenal. Ya Tuhan, kemana anak ganteng yang manis yang membuat ibu Sum ketakutan merokok karena selalu diomeli Kano??? anak itu sepertinya sudah dimakan oleh seorang monster ganas yang galak dan tidak bisa diatur!!!

Miracle! miracles do exists saudara-saudara. Entah apa yang terjadi, mungkin karena dia belajar dari sebuah kegagalan, setelah lewat Fall semester, anak manis itu tiba-tiba nongol kembali! Saya mendapat banyak email, terutama guru bahasa German yang memuji-muji Kano bahkan memberikan nilai A+! Saya tidak terlalu berpatokan dengan angka, saya lebih mau melihat apakah anak ini bertanggung jawab dan disiplin, itu saja. Nilai bukan patokan, yang penting dia tidak gagal di kelas! Spring semester terlihat dia berubah total, weekend dia bisa duduk manis bareng kami di depan TV sambil selonjoran. "Can I join you guys? I have caught up with everything, no more assignment!" katanya

Saya seperti dapet lotre! My son is back. He has killed the monster! Percaya atau tidak, menghadapi remaja itu seperti sedang berusaha memecahkan sebuah misteri. Saya berusaha mengingat-ingat kembali apa yang saya alami semasa remaja, tapi jelas sangat berbeda dan sungguh saya tidak punya clue sama sekali apa yang sedang dialami oleh Kano. Apapun yang saya katakan akan berkahir dengan pertengkaran. Yang saya lakukan akhirnya memberikan dia space! I gave him a chance to figure it out himself (well, sambil terus memonitor dari jauh tentunya) Sungguh bukan hal yang mudah, karena saya merasa sedang berjudi dan resikonya sangat besar jika akhirnya nanti hancur. Kedua, saya berusaha memberikan 10000% trust, kepercayaan. Percaya bahwa dia punya conscience yang baik, dia punya rasa tanggung jawab yang sudah dibentuk sejak kecil. Percaya bahwa sebetulnya dia sebuah pribadi yang indah, and I try to give him a chance to see it himself! Yah, kelihatannya lumayan berhasil. Dia terlihat jauh lebih mandiri, terorganisir dan sekolah tampak berhasil dengan sangat baik.

Sekarang bapaknya tidur lebih nyenyak dan saat ini sedang sibuk nyeruput kopi sambil senyum-senyum bercerita. Lalu kenapa judulnya GeForce RTX? ah itu sih gara-gara lihat doos bekas bungkus hardware yang Kano beli ketika dia ngerakit komputernya hehehehe...***

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31