AES 07 Sekolah (lagi) dari Rumah
Kali ini saya mau berbagi cerita terkait rutinitas harian saya sebagai ibu yang bekerja dan mendampingi anak sekolah dari rumah.
Hari Senin, Livi telah siap dengan baju sekolah barunya. Kemeja putih dan rok lipit merah, lengkap dengan rompi dan jilbabnya. Tahun ajaran 2021/2022 adalah tahun pertama Livi menjadi murid kelas 1 Sekolah Dasar. Namun, Livi tidak seperti kita para orang tua Milenial, Livi bukan juga seperti anak-anak di atasnya dahulu ketika bersemangat untuk pertama kalinya melihat bangunan sekolahnya, memilih bangku kelas pertamanya dan bertemu dengan teman-teman barunya.
Selesai sarapan pagi, Livi langsung duduk di meja belajarnya. Menghidupkan gawainya dan masuk ke ruang zoom. Dengan tersenyum dia menyapa teman-teman sekolahnya dari balik layar. “Assalamualaikum Bu Guru dan teman-teman semua,” sapa Livi kepada teman-teman kelasnya. Livi adalah salah satu dari sekian juta anak Indonesia yang harus berjuang belajar dari rumah tanpa tatap muka langsung hari demi hari, dengan terus berharap dia tetap bisa mendapatkan ilmu yang sama seperti anak-anak sekolah terdahulunya sebelum pandemi terjadi.
Sangat sedih dan menyayangkan pastinya, untuk angkatan Livi yang kita bisa sebut ‘Generasi Virtual’ yang seharusnya di usianya dapat menikmati kesenangan belajar bersama teman-teman dan guru di sekolahnya. Menikmati suka cita belajar dan bermain di sekolah secara nyata. Sulit memang, tapi sampai kapan bila kita terus menerus mengeluh. Saya yakin, diluaran sana para orangtua menjerit, bahkan sampai ada orangtua yang stress dengan PJJ saat ini.
Beberapa cara yang dapat dilakukan para orangtua untuk menemani anak-anaknya dimasa PJJ ini. Ya……sedikit berbagi pengalaman karena saya juga orangtua yang sedang menemani anak bersekolah daring dan ini cukup ampuh pada diri saya dan juga Livi.
1. Membuat rutinitas harian belajar sama seperti jika bersekolah.
2. Melakukan monitoring berkala pembelajaran daring di sekolah. Jika selama ini yang melakukan monitoring pembelajaran anak adalah guru di sekolah, maka selama PJJ tugas itu akan beralih kepada orang tua. Monitoring bisa dilakukan dengan membuat kuis-kuis ringan untuk anak kita di rumah.
3. Menguasai materi sekolah anak. Ini terutama untuk anak dijenjang sekolah dasar. Kita sebagai orang tua mau tidak mau harus menguasai semua pelajaran yang ada di sekolah anak. Hal ini penting karena anak ditingkat sekolah dasar belum memiliki cara pembelajaran yang efektif untuk dirinya sendiri. Karena itu orang tua wajib untuk membimbing seluruh pelajaran anak di sekolah. Ini juga agar mengurangi resiko anak tidak mengerti pelajaran tetapi tidak ada tempat untuk bertanya.
4. Melakukan Komunikasi Aktif dengan guru di sekolah. Tentu guru di sekolah tetap menjadi bagian penting dari proses Pembelajaran jarak jauh. Hasil-hasil belajar anak yang telah dilakukan bersama dengan orang tua dikomunikasikan lagi kepada guru dan pihak sekolah. Komunikasi dua arah yang baik oleh orang tua dan guru dapat menghasilkan capaian yang baik untuk pembelajaran anak.
Pandemi masih berlangsung dan kita semua tidak tahu kapan anak-anak kita akan kembali bersekolah secara “normal”. Karena itu tugas kita sebagai orang tua adalah memastikan anak kita di rumah mendapatkan pendidikan yang maksimal yang bisa dimilikinya di masa pandemi ini. Tugas kita sebagai orang tua untuk memastikan anak-anak kita tidak menjadi salah satu anak yang terkena dampak Learning Loss apalagi Learning Gap diantara anak-anak seangkatannya.
Suatu hari saya bertanya pada Livi, “Apakah Livi senang hari ini?” “Livi senang meskipun sekolahnya jauh-jauhan, gak belajar di sekolah. Semoga Livi bisa segera belajar di sekolah beneran!” Jawabnya lugu.
Mungkin itu harapan anak satu dunia. Semoga harapan mereka Kembali bersekolah ‘nyata’ akan segera terwujud. AAMIIN…..
Komentar (1)
Yaay. Selamat buat tulisan pertamanya di rumah baru kak Tesa. Nuhuun.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES10 "Dunia gak ada seni, gimana ya?..."
"Dunia gak ada seni, gimana ya?" Tanya Livi. Waahh rasanya sudah terlalu lama saya tidak menulis dan berbagi tulisan disini. Berawal dari Livi yang berkali-kali bertanya dan berbagi banyak hal, sejenak terpikir mengapa tidak berbagi cerita saja disini. Siapa tahu bisa sedikit mebantu dan menggenapi…
AES13 Membuat Diri Menjadi Positif
Membuat diri menjadi positif…. Setelah Hari belajar kemarin menggenapi tentang Literasi diri, dan semakin dalam mengenal waktu hening dengan teratur meski waktunya hanya 10-15 menit, ingin rasanya berbagi cerita untuk catatan diri sendiri dan mungkin bermanfaat bagi orang yang kelak akan membacanya…
AES12 Belajar Tanpa Batas
BELAJAR TANPA BATAS Manusia merupakan satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna. Dikatakan sempurna karena dibekali akal dan hawa nafsu. Ia merupakan makhluk yang haus akan pengetahuan. Ia merupakan makhluk yang selalu penasaran dan ingin tahu. Dari rasa penasaran dan keingintahuan itulah se…

