AES-09 Setelah Situbucang, Mari Kita Membungkus Buku

Setiap ada acara Festival Literasi di Smipa, bagian yang selalu ditunggu-tunggu oleh anak-anak adalah sesi Situbucang, Silih Tukar Buku Rencang, Saling Tukar Buku Teman. Idenya, agar buku yang sudah jarang dibaca di rumah, bisa saling tukar dengan buku lain punya teman yang juga sudah jarang dibaca di rumahnya. Harapannya, anak-anak bisa membaca judul buku lain tanpa membeli buku baru. Dengan begini, pengetahuan, sensasi membaca, dan informasi tambahan dari buku bisa lebih beragam.
Namanya saling tukar, ada buku yang terjaga baik, ada juga buku yang kurang terjaga. Sudah sedikit lecek, misalnya, atau cover bukunya agak kotor sedikit. Ada juga yang hekter pengikat kertas di bagian tengah bukunya hampir copot. Nah sudah beberapa tahun ini, setiap selesai tukar buku di FestLit, saya suka membungkus buku anak-anak dengan plastik. Saya bersihkan dulu cover bukunya, lalu bungkus dengan plastik tipis supaya lebih awet. Untuk yang bagian tengahnya hampir copot, biasanya saya lakban bening di bagian tengah buku yang dihekter itu
Jadi, jangan heran klo ada buku dari Althaf atau Alfie, itu biasanya sudah dalam keadaan cover terbungkus plastik. Enak deh bukunya dibaca dan dibawa ke mana-mana tanpa khawatir rusak misal karena kepercik air atau cover kotor.
Coba cek buku hasil tukeran anak-anak di Situbucang, adakah yang dari Althaf atau Alfie? Klo ada yang belum terbungkus, kabari ya, nanti saya bungkusin hehe.. Yang belum dibungkus itu biasanya karena belum sempat. Sudah keburu dibawa anak-anak ke sekolah untuk ditukar hehehe..
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES06 Catatan Panitia Situbucang
Saya membuat catatan ini sebagai panduan kasar bagaimana cara kerja Situbucang, agar mudah diteruskan untuk teman-teman ortu/panitia lain di masa mendatang. Saya setidaknya sudah mengikuti 3-4 kali Situbucang sejak mulai menyekolahkan anak-anak di Semi Palar. Di awal saya bingung gimana caranya men…

AES001 Merekam Kemenangan
Jumat petang itu angin cukup kencang, awan gelap dan hujan mulai turun. Tapi di pendopo rumah belajar Semi Palar terasa hangat menjelang penutupan festival literasi. Penutupan festival literasi kali memutar film “Pakta Ledak” yang merupakan film dokumenter tentang penambangan pasir di merapi dan pe…
Yopie52
AES868 Pesta Literasi
Tulisan ini agak terlambat munculnya. Terlambat karena memang belum bisa meluangkan waktu di tengah seminggu keriuhan Festival Literasi. Kemudian juga karena perlu waktu untuk mengendapkan berbagai proses dan pengalaman untuk bisa dituangkan ke dalam esai pendek. Berevolusi dari Festival Buku (Fest…

