AtomicEssay

AES 1004 Bahasa Yang Sulit

joefeluspenulis arsip2

Hari ini saya harus mengantar Kano dan Nina ke rumah sakit. Jadwal yang diberikan oleh dokter spesialis hasil rujukan dari dokter yang biasa menangani Kano butuh waktu sekitar 1 bulan. Jadi memang saya harus menyempatkan diri mengatur diantara jadwal kerja untuk bisa mengantar Kano sebab Nina belum bisa mengendari mobil, karena kali ini yang dioperasi adalah kaki kanan yang tentu saja tidak akan dapat digunakan untuk mengemudi dan menginjak pedal. Karena tugas Nina selesai lebih awal, jadi dia bisa ikut, sehingga kami pergi bertiga. Dari sana nanti akan langsung ke Physical therapy di rumah sakit yang lain. Karena Nina bisa ikut, dia yang masuk menemani Kano bertemu dengan dokter. Saya menunggu di lobby. Sambil menunggu dan stand by untuk pekerjaan saya, iseng-iseng saya bermain dengan smart phone dan melihat berbagai tampilan di sana. Salah satunya tentang istilah-istilah baru dalam bahasa Indonesia.

Saya berpendapat bahwa bahasa Indonesia itu sangat sulit dibandingkan dengan bahasa Inggris. Saya beri contoh, kata salindia itu artinya apa? Ditebak pun saya tidak akan pernah menemukan artinya sebab tidak bisa dikaitkan dengan apa-apa. Terus terang saya tidak punya referensi sama sekali, saya juga tidak tahu seluk beluknya dari mana dan entah kata ini diciptakan oleh siapa dn berasal dari mana. Akhirnya saya menyerah dan saya cari di google dan saya peroleh dari wikikamus yang saya kutip sebagai berikut: terawang fotografi pada pelat kaca tipis yang diatur agar dapat diproyeksikan. Sampai sini saya juga masih bingung. Pelat kaca tipis, terawang fotografi, untuk diproyeksikan? Apa yang dapat diproyeksikan yang terbuat dari kaca tipis dan berhubungan dengan fotografi? Lensa? Lensa bukan untuk diproyeksikan! Saya akhirnya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sama, didefinisikan persis seperti Wikikamus. Akhirnya saya temukan di Wikihow, artinya slide. Memang slide terbuat dari kaca tipis?

Contoh lain, takarir? Jangankan saya bisa menebak, bahkan berusaha mengasosiasikan dengan benda tertentu, dengan bunyi tertentu saja tidak bisa. Ini kata yang sama sekali seumur hidup saya belum pernah saya dengar. Ini kata yang tidak bisa ditebak artinya karena buat saya sangat asing. Ada yang tahu arti kata Galat dan lantatur? Dua kata ini juga baru saya dengar hari ini. Takarir artinya caption, Galat artinya error sedangkan lantatur artinya drive-thru. Siapa yang dapat menyangka?

Bahasa memang terus berkembang. Dengan banyaknya penemuan baru terutama berkaitan dengan teknologi, maka akan muncul nama-nama baru. Dalam hal tertentu menurut saya bahasa Inggris lebih mudah ditelusuri karena nama-nama baru seringkali memiliki kata dasar dari kosakata lama yang dimodifikasi. Seperti misalnya kata hard disk, mudah dicerna karena kata hard dan kata disk memang sudah ada. Lalu bahasa Indonesianya diska keras. Darimana kata diska? Pernah ada?

Saya bukan mengecilkan bahasa Indonesia. Sama sekali tidak. Hanya ingin menyampaikan pendapat bahwa bahasa Indonesia itu sulit untuk dipelajari, saya yang seumur hidup berbahasa Indonesia saja tidak tahu artinya. Coba tebak artinya tengkes! Tahu artinya? Kalau saya ditanya apa arti dari kata tengkes, maka saya akan langsung menyerah. Ini hari pertama saya mendengar kata ini. Apakah hasil dari modifikasi kata yang sudah ada? Saya tidak tahu. Bunyinya saja baru saya dengar. Satu-satunya cara adalah mencari tahu dan diingat-ingat! Tidak bisa ditebak. Tengkes itu artinya Taunting. Satu lagi, siniar. Ada yang tahu artinya? Saya hari ini juga baru dengar dan tidak tahu artinya hingga saya bersuaha mencari tahu. Artinya podcast!

Saya sealu tertarik dengan bahasa. Pernah belajar berbagai bahasa walau kebanyakan berhenti di jalan dan hanya tahu dan bisa setengah-setengah. Saya pernah belajar bahasa Belanda karena keluarga istri menggunakan bahasa ini sehari-hari. Saya belajar bahasa Jepang karena dibutuhkan di pekerjaan ketika berada di Hawaii. Beberapa tahun yang lalu saya juga belajar bahasa Spanyol tapi juga berhenti di jalan karena mulai jarang digunakan ketika saya ganti profesi. Bahasa memang sulit dipelajari jika tidak digunakan. Salah satu cara untuk mengingat kata-kata baru adalah dengan banyak menggunakannya. Nah karena kebetulan saya senang menulis setiap hari, mudah-mudahan saya bisa lebih sering menggunakan kata baru seperti yang barusan saya sebutkan. Salindia, Galat, Lantatur dan sebagainya.

Foto credit: languagecenter.unj.ac.id

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES039 Uniknya Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang penuh keunikan bukan hanya karena statusnya sebagai bahasa nasional yang mempersatukan ratusan suku dan bahasa daerah di Nusantara, tetapi juga karena keragamannya yang terus berkembang. Meski berasal dari akar bahasa Melayu, Bahasa Indonesia telah menyerap banya…

carloslos40
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31
AtomicEssay

AES 1306 Puisi

Baiklah, hari ini saya akan berusaha menjelajah sisi yang sepertinya hampir tidak pernah saya jamah, sisi yang kalau boleh jujur sekarang ini sudah tidak terlalu nyaman untuk disentuh, yaitu puisi. Saya katakan tidak nyaman, karena walau menganggap diri saya sebagai pribadi yang sensitif dan "sedik…

joefelus11