AES 1006 Tidur

"Dad, are we still gonna get hamburgers?" Tanya Kano sambil berjongkok dan memeluk saya yang masih berbaring di sofa.
"Hmm.. Sure. Give me like 10 minutes." Kata saya yang masih setengah mengantuk dan sangat lesu.
Sebetulnya jika mendengarkan dan mengikuti suara hati, saya sama sekali tidak ingin keluar rumah lagi. Tapi saya tahu bahwa kami butuh makan malam walau kami masih punya sesuatu untuk dinikmati dari kulkas, saya merasa makanan hangat yang segar tentunya terdengar lebih baik, walau itu hanyalah fast food (yang mungkin juga kurang sehat dibandingkan makanan rumahan).
Semalam saya hampir tidak tidur. Jikapun tertidur hanya sebentar-sebentar. Nina mengalami malam yang tidak menyenangkan. Meskipun masa penyembuhan paska operasi ini jauh lebih baik dari operasi lutut yang pertama, kemarin malam dia sangat kesakitan terutama di bagian betis, mata kaki dan lutut. Hampir setiap 15 menit ketika dia berubah posisi tidur, Nina merintih-rintih kesakitan. Tentu saja saya juga menjadi sulit tidur sementara saya harus bangun lebih pagi karena banyak pekerjaan di kantor. Akhirnya pukul 2 pagi saya turun dan berusaha tidur di sofa. Baru saja saya hampir terlelap, tiba-tiba lampu menyala. Kano turun mencari snack. Saya pernah bercerita bahwa anak ini nocturnal, bukan? Ya, ketika semua orang tidur dia justru sedang aktif-aktifnya.
"Sorry, Dad! I did not know that you were sleeping here. What happens?" Tanya Kano.
"I can't sleep upstairs. I need to get up early so I am trying to sleep here. But I don't think it works. I am moving back upstairs." Kata saya.
Saya hanya mampu tidur on dan off beberapa saat. Menjelang pukul 5 pagi Nina merasa kesakitan lagi sehingga saya menawarkan diri untuk memijat kakinya. Sesudah itu saya membersihkan diri dan menyiapkan sarapan untuk Nina yang ketika saya mengantar makanan dan kopi ke atas, dia sudah terlelap lagi. Saya biarkan dia terus melanjutkan tidurnya karena saya tahu semalam dia hampir tidak bisa beristirahat. Saya harus segera berangkat kerja dan ingin berada di kantor jauh lebih awal karena sebelumnya saya harus ke Braiden dining hall sebab semalam telepon Kano tertinggal.
Seusai bekerja saya masih harus mengantar Nina Physical Therapy. Tubuh saya sudah sangat lelah karena hampir tidak istirahat semalam. Beberapa kali saya tersesat ketika mengemudi menuju kantor pos seusai Physical Therapy. Karena terlalu lelah saya tidak mampu berpikir jernih memilih jalan yang harus dilalui menuju tempat-tempat tujuan. Begitu lelahnya sehingga ketika melihat sofa setiba di rumah saya tidak mampu lagi menahan diri langsung berbaring. Saya hanya mengiyakan ketika Kano mengusulkan untuk makan malam nanti dan tanpa tertahan lagi saya terlelap. Entah kapan terakhir kali saya tidur di sore hari. Saya hampir tidak pernah melakukannya sehingga sama sekali tidak ingat kapan terakhir tidur siang/sore.
Tidur beberapa saat cukup menyegarkan setelah kurang tidur malam sebelumnya. Tubuh memang masih lesu tapi tidak selelah ketika tadi saat tiba di rumah. Pada saat itulah Kano menyapa dan bertanya soal makan malam. Saya memaksakan diri untuk bangkit karena hari sudah mulai beranjak gelap. Saya akan tidur jauh lebih awal malam nanti dan esok tidak perlu bangun terlalu pagi karena ingin menikmati akhir pekan dengan sedikit bermalas-malasan. Mudah-mudahan malam nanti Nina dapat merasa lebih baik sehingga kami bisa menikmati tidur nyenyak yang kemarin tidak kami peroleh.
Foto credit: helpguide.org
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31