AES 1046 Priceless Moment

Saya tidak tahu harus mulai bercerita dari mana. Mudah-mudahan saya mampu bernarasi dengan baik agar moment yang barusan saya alami tidak mudah menghilang dari ingatan begitu saja. Saat ini saya masih merasakan kegembiraan yang sangat luar biasa walau tubuh begitu lelah karena hari ini saya bekerja lebih dari 12 jam.
Kemarin saya bercerita bahwa saya begitu kangen bekerja di dapur. Nah hari ini semua kekangenan saya terpenuhi. Sesudah diijinkan oleh Boss, saya pindah bekerja di dapur di Braiden, tempat dimana Kano juga bekerja. Siang hari saya membantu membuat musubi, yaitu nasi kepal yang diberi furikake dan saos teriyaki kemudian diberi potongan daging Spam yang sudah dimasak dan dibungkus dengan nori. Ini makanan kecil ala Hawaii, yang merupakan salah satu menu sajian event spesial bertemakan Asia Pasifik. Setidak-tidaknya ada 200 musubi yang kami buat, kemudian dilanjutkan dengan membuat nigiri sushi dengan topping ikan tuna, ikan salmon dan udang. Entah berapa ratus yang kami buat sebab begitu dining room dibuka untuk makan malam, sekitar 1000 orang berduyun-duyun berdatangan dan menyerbu semua hidangan yang kami sajikan malam ini.
Saya tidak ingat ada berapa macam hidangan, dari kalbi, nasi goreng, chicken adobo, lumpia, cap jae ala Korea, Tteokbokki, bahn mi, pho, tuna tataki, beef tataki, takoyaki, dan entah apa lagi. Kami juga menyajikan Mango lassi, thai ice tea, mochi ice cream dan banyak lagi.

Nina juga hadir malam ini. Saya menemani sebentar menikmati berbagai makanan sambil ngobrol sesaat saya melepas lelah setelah beberapa jam membantu membuat sushi. Ketika saya kembali bekerja, saya melihat Kano sedang sibuk di grill. Langsung saya menawarkan diri.
"Need help grilling?" Tanya saya.
"If you want." Jawab Kano, langsung saya bergabung. kami berdua membakar kalbi, atau Korean BBQ Short Ribs.
Sudah hampir 20 tahun saya tidak merasakan kesibukan di dapur seperti malam ini. Seperti halnya orang naik sepeda, tidak perlu belajar lagi dan tiba-tiba segala sesuatu dapat kembali seperti dulu. Saya merasa berada di dimensi yang lain dan sungguh sangat menikmati keseruan membakar potongan-potongan daging. Yang lebih membahagiakan lagi adalah karena saya melakukannya bersama Kano, anak semata wayang yang bekerja di situ. Siapa pernah bermimpi bahwa pada suatu hari saya dapat bekerja di dapur memasak untuk 1000 orang berdua bersama Kano? Tidak pernah saya membayangkan kejadian ini akan terjadi, tapi ini ternyata malam ini sungguh-sungguh terjadi. Saya begitu bahagia dan tidak pernah merasa lelah sama sekali.
Musik berbunyi dengan hingar bingar, di depan stasion Kano dan saya bekerja ada pertunjukkan tarian Hula dari Hawaii. Bekerja, membakar daging, sambil menikmati tarian dan lagu-lagu yang sudah lama saya kenal benar-benar serasa menembus seluruh bagian pori-pori tubuh dan saya dapat melayang di dunia gaib yang sulit bisa saya ceritakan. Saya merasa telah menembus Ruang dan waktu, berada beribu-ribu miles jauhnya, berada puluhan tahun yang sudah berlalu. Kalau teman-teman pernah tahu film seri Quantum Leap, mungkin tiu yang saya rasakan malam ini, saya memembus ruang dan waktu tiba-tiba berada di suatu tempat yang tidak asing, tapi bersama Kano ditengah-tengah orang-orang yang asing.
Saya berada di sini, tapi pada saat yang sama saya merasa berada di tempat lain dan di waktu yang lain. Begitu kira-kira yang ingin saya katakan. Nah hal kedua yang sangat surreal adalah saya bekerja berdua saling bantu membantu membakar daging bersama Kano! Ini perasaan yang sangat luar biasa. Saya ingin bernyanyi, menari dan bersuka ria sambil bekerja. Kami berdua giat membakar sambil ngobrol dan bersenda gurau. Tiba-tiba Jeremy, Executive Chef, seorang yang posisinya paling tinggi di seluruh dapur Kampus berhenti dan terpana melihat kami berdua, ayah dan anak bekerja sama di grill.
"God! I have to take this!" katanya sambil meraih Iphonenya dan mengabadikan kami berdua. Tidak lama salah seorang production chef berhenti dan memandang kami beruda bekerja sambil bergembira, dia langsung menghilang dan kembali juga dengan telepon genggamnya serta mengabadikan kami berdua! Hahaha.. Ya! Ini adalah peristiwa langka yang memang patut untuk diabadikan dan terus terang seluruh relung hati saya dipenuhi dengan rasa bahagia bahwa hal ini yang tidak pernah saya impikan terwujud. Sangat indah, sangat luar biasa dan saya tidak pernah ingin melupakannya.

Bekerja di dapur bagi saya merupakan suatu yang luar biasa. Entah bagaimana saya dapat menganalogikannya dengan kegiatan lain. Anggap saja jika anda suka memancing misalnya, ketika ada kesempatan untuk melakukan itu di waktu dan sebuah tempat yang sangat didambakan, bagaimana perasaan anda? Nah dapur bagi saya merupakan tempat yang sangat istimewa! Sekitar 20 tahun yang lalu, itu menjadi bagian dari keseharian saya. Walau pekerjaan di dapur itu seringkali penuh tekanan, tapi ada hal-hal tertentu yang membuat saya seperti kecanduan. Tekanan ditambah thrill dan suspense lalu dibumbui dengan kepuasan serta kebahagiaan karena dapat berkreasi yang kemudian bisa dinikmati orang lain, semua itu memberikan suatu perasaan yang luar biasa. Ada semacam kemabukan yang sulit saya gambarkan, tapi benar-benar memberikan kenikmatan yang tidak pernah dapat saya gabarkan dengan kata-kata. Sesuatu yang surreal, sesuatu yang penuh dengan ecstasy! Siapa yang mampu menggambarkan orang yang dimabukkan oleh ecstasy? Nah itu yang saya rasakan tadi. Sangat luar biasa. This is a priceless moment!!!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11