AES 1086 Transformasi

"Hati-hati menata hati ya, Jo. Ini juga berarti makin dekat waktunya berpisah sementara dengan Kano." Kata sahabat saya di Bandung ketika kami ngobrol berdua hari Minggu waktu di Fort Collins atau menjelang tengah malam di Bandung
"Menata hati?" pikir saya sambil sedikit tercenung. Beberapa waktu terakhir ini saya begitu sibuk dengan banyak hal sehingga sedikit melupakan suasana hati dan lebih mementingkan menjaga fisik saya yang agak amburadul karena kurang istirahat.
Sahabat saya ini mengingatkan kembali akan kondisi yang inevitable yang memang jika dihitung dengan jari tidak lama lagi akan terjadi. Suasana hati ini memang sudah lama menghantui diri saya dan hingga saat ini belum dapat menelaah lebih lanjut karena sejauh ini masih dalam taraf bayangan, belum benar-benar mengalaminya.
Menata hati, kata-kata ini terdengar seperti judul lagu yang mendayu-dayu hahaha... Tapi saya tahu ini bukan hal yang mudah dihadapi, bukan hal yang remeh yang perlu diabaikan begitu saja. Ini adalah suatu hal yang sangat serius dan perlu berhati-hati dalam menghadapinya.
Tidak ada yang sederhana mengenai melepaskan seseorang yang sangat kita sayangi. Tidak hanya sekali saya kehilangan orang-orang yang sangat penting dalam hidup saya. Semuanya itu bukan pengalaman yang mudah saya cerna. Walaupun sudah terjadi berulang-ulang, tetap tidak mudah mengolah kondisi semacam ini.
Satu hal yang perlu saya ingat bahwa kondisi yang akan saya hadapi adalah demi kebaikan, dan demi masa depan yang jauh lebih baik. Seseorang perlu melalui proses tertentu dalam hidup untuk dapat mengembangkan sayapnya dan terbang menuju keberhasilan. Ibaratnya seperti transformasi yang terjadi pada kupu-kupu.
Yang saya pelajari dari kupu-kupu yaitu kita harus mampu melepaskan masa lalu dan move forward ke eksistensi berikutnya sehingga dapat mengalami sesuatu yang baru dan luar biasa. Kita mengalami transformasi melalui berbagai fase dalam hidup. Hanya dengan melalui tahapan-tahapan itu kita akan mampu menjadi seekor kupu-kupu yang indah.
Saya selalu diingatkan bertapa kita sangat serupa dengan seekor kupu-kupu yang menjalani tahapan-tahapa transformasi dari mulai kita lahir hingga dewasa. Melalui masa-masa pertumbuhan dan perjuangan berkali-kali akhirnya kita mampu menyadari kekuatan yang kita miliki. Tanpa itu kita tidak akan pernah menjadi matang dan dewasa.
Perbedaan yang saya rasakan adalah antara menjalaninya sendiri dan menyaksikan orang lain yang saya sayangi menghadapi itu. Nah ini yang menurut saya sangat sulit. Sebagai pendidik, misalnya, saya masih bisa menjaga jarak, tapi dengan darah daging sendiri, ini perkara lain. Dan ini yang harus saya hadapi.
Foto credit: pinterest
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1540 Sebuah Perayaan
Kenapa topik kematian menjadi sebuah hal yang paling jarang diperbincangkan dan menjadi semacam hal yang tabu? Saya tidak terlalu mengerti jika itu dikaitkan dengan semacam rambu-rambu dalam hubungan sosial, tapi jika saya menyelami pengalaman pribadi, terutama akhir-akhir ini saya sangat lekat dal…
joefelus40
AES 1523 Mind, Body, And Soul
"I want to go." Katanya. "You may. And I will let you, but not like this. I want you to be healthy, happy, and enjoy your time as much as you can before you go in your sleep." Kata saya sambil menahan desakan emosi dari dalam dada. Dia mengangguk setuju, seberkas senyuman tersungging di bibir nya.…
joefelus35
AES 1474 Proses Alami?
"How am I going to tell my parents?" Kata seorang mahasiswi kepada temannya yang duduk disampingnya sambil menangis. "Hmm.." gumam saya sambil cepat-cepat berlalu. Itu kejadian bertahun-tahun yang lalu ketika saya sedang melintas di seputaran kampus dalam perjalanan ke salah satu kantor. Kampus mem…
joefelus10