AES 115 Halusinasi

Mataku memandang layar raksasa, aku mengerti dengan apa yang sedang terjadi di sana. Skor dua team yang bertanding antara pemain dari satu universitas melawan universitas yang lain. Namun pikiran dan perhatian tidak ada di sana. Sekelilingku berputar, tubuh serasa begitu sensitif dapat merasakan semua yang melekat pada tubuh, bahkan yang biasanya aku abaikan.
Setiap kali aku menggerakan kepala untuk menoleh, seolah-olah otakku berproses dengan sangat lambat. Gerakan terasa jauh lebih cepat lalu pikiran mengikuti, terlambat beberapa detik. Seperti ada pendaran gerak yang mengikuti setiap gerakan kepalaku. Aneh! Aku merasa ada di dalam sebuah film kartun anak-anak yang jika berlari sangat cepat ada semacam garis-garis bahkan sepatu yang tertinggal, lalu dalam sekejap sepatu itu juga menghilang menyusul pemiliknya! Otak atau penglihatan yang bermasalah? aku tidak tahu.
Semua yang aku lihat dan aku pikirkan bergerak melompat-lompat dari fragmen demi fragmen, berganti-ganti, diselingi dengan kegelapan! Pertandingan di TV, skor 14 - 21, lalu gelap. Sebuah wajah yang kukenal muncul dan aku bertanya-tanya apa yang harus aku katakan padanya, lalu fragmen itu menghilang, tidak bisa memutuskan apa yang akan aku lakukan keburu timbul kegelapan. Silih berganti, dari satu fragmen ke fragmen lain, lagi-lagi diselingi dengan kegelapan. Aku seolah-olah melompat dari satu mimpi ke mimpi lain, kadang kembali ke mimpi yang sudah lewat. Puluhan kali, ratusan kali hinga kelelahan.
Sekelilingku berputar di sertai rasa mual. Lalu telepon berbunyi. Dengan sangat berat dan susah payah aku raih. Sangat hati-hati karena takut menjatuhkan telepon itu. Tanganku sangat lelah, hampir tidak kuat menahan beban telepon yang hanya sekian gram beratnya. Mataku masih mampu melihat lalu menggerakkan ibu jari untuk membuka sebuah pesan. Aku baca, aku mengerti tapi tidak mampu membalas. Mata kupejamkan. Telepon aku biarkan jatuh di pangkuan.
Sekelilingku sangat sunyi. Bunyi TV raksasa tidak mampu terdengar. Hampir seluruh indera tidak berfungsi. Mata dan pendengaran yang masih sedikit dapat memberikan informasi ke otak yang malas bekerja. Itupun sebagian besar tidak kumengerti.
Aku tidak suka dengan yang kualami ini tapi tidak mampu keluar dari sana. Ingin menjerit atau meminta tolong, tapi tidak ada suara yang keluar. Semakin melawan semakin aku ditarik dan terjerumus ke dalam kegelapan. Akhirnya aku menyerah dan memejamkan mata. Hembusan angin yang lembut dapat jelas kurasakan, tapi semua jari tangan, lengan dan kaki tak mampu aku gerakkan. Aku berada diantara kelelapan dan kesadaran. Aku tidak tertidur tapi juga tidak terjaga. Hanya melayang, entah sampai kapan!*** (0210911)
Foto: self.com
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
