AES 1153 Tidak Semudah Itu

" Anggap aja beberapa minggu ke depan ini seolah-olah sedang liburan." Kata saya ke Nina dalam perjalanan pulang dari ngumpul dengan teman-teman berenang di rumah Gil dan Angela.
"Ga segampang itu lah." Jawab Nina perlahan.
Memang sih, pikir saya dalam hati sambil terus mengemudi. Saya kali ini mengambil jalan yang sama seperti ketika tadi pagi kami keluar rumah, melewati padang dan danau yang asri.
Situasi yang sedang kami hadapi memang tidak bisa dianggap sebagai situasi yang lain. Seperti misalnya menganggap sisa-sisa sewaktu kami tinggal di Colorado ini sebagai liburan. Padahal kalau dipikir-pikir apa bedanya, toh? Kita pergi liburan ke suatu tempat lalu tinggal beberapa saat sebelum kemudian kembali ke rumah. Apa bedanya dengan sekarang?
Saya memang pernah menulis bahwa masa-masa tinggal di Colorado ini saya anggap sebagai liburan yang sangat panjang. Untuk membiayai liburan saya ini, diisi dengan bekerja. Pada saat itu sepertinya ide saya itu lumayan jitu, tapi menjelang akhir "liburan" ini terbukti bahwa ide itu tidak begitu tepat. Saya bisa dengan sungguh sungguh menikmati keberadaan di sini karena tahu bahwa waktu kembali ke tanah air masih sangat lama, jadi bisa dengan santai menikmati semuanya. Tapi ketika masa berakhirnya mulai bisa dihitung dengan jari, perasaan nikmatnya langsung berubah dengan kesedihan dan keengganan untuk meninggalkan tempat ini.
Mungkin sama seperti ketika kita sedang liburan sekolah atau liburan Lebaran misalnya. Ketika di awal-awal kita begitu menikmati kesenangan tidak perlu pergi bekerja atau ke sekolah, tapi menjelang akhir masa liburan itu, rasanya mulai berbeda. Ada keengganan untuk kembali bekerja. Kalau urusan sekolah mungkin Smipa beda hahaha... ini memang fenomena yang aneh. Saya ingat dulu Kano mulai bosan di rumah dan tidak sabar menunggu masa-msa kembali ke sekolah dan bertemu dengan teman-temannya. Ini fenomena unik yang tidak terjadi di sekolah-sekolah lain. Di sekolah lain kebanyakan anak-anak malas untuk kembali ke sekolah karena itu artinya harus mulai bangun pagi lagi, mulai ada tugas, PR, ulangan dan sebagainya, sementara ketika liburan bisa bangun siang, main sepanjang hari dan tidak perlu mengerjakan tugas. Nah saya merasakan hal yang sama ketika sudah menjelang saat-saat pulang.
Segala sesuatu memang ada awal dan juga ada akhirnya, tapi jika sangat menyukai masa-masa tertentu dan tahu bahwa itu akan segera berakhir, mau tidak mau kita mulai "menolak" dan mulai tidak menyukai bawa kondisi itu akan segera berakhir. Walau berusaha menganggap liburan, tapi kenyataannya tidak bisa hanya berandai-andai. Benar kata Nina, "engga segampang itu, lah!"
Foto credit: pexels.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31