AtomicEssay

AES 1190 Rumah

joefeluspenulis arsip2

Beberapa hari ini saya melihat teman-teman di Smipa banyak menulis tentang rumah. Mungkin pada saat yang sama juga saya ikut merasakan pentingnya rumah, yang dalam hal ini mungkin kata yang paling cocok yang akan saya pergunakan adalah home, bukan house.

Seingat saya, beberapa waktu yang lalu pernah juga menulis tentang ini. Saat itu memang saya tinggal di rumah salah seorang sahabat yang kebetulan memiliki rumah yang indah. Tapi seindah apapun, bagi saya itu bukan home. Home adalah tempat dimana kita selalu ingin kembali, karena di situ kita membangun kenangan, membangun persahabatan, serta membangun cinta. Begitu dalamnya arti home, maka apapun yang terjadi pada bangunannya, kita akan selalu ingin kembali ke sana.

Itu mungkin yang paling saya rasakan saat ini, dan juga teman-teman di Smipa sangat rasakan di acara selametan kemarin. Sayang sekali karena berbagai kesibukan dalam upaya membangun kembali tempat hunian (house) untuk kembali menjadi home saya tidak dapat ikut menyaksikan keharuan serta keseruan di sana.

Ada yang pernah berkata demikian:“Home is where love resides, memories are created, friends always belong, and laughter never ends.” Mungkin teman-teman di Smipa dapat merasakan kalimat yang saya kutip di atas, saya tidak tahu siapa yang pertama kali menyatakannya, tapi saya sangat setuju. Home menjadi tempat dimana kita merasa aman, nyaman, dan yang terpenting kita merasakan sebuah kehangatan dan cinta. Tanpa itu semua, maka hanyalah sebagai sebuah bangunan yang tidak memiliki jiwa.

Home memiliki ikatan emosional yang dalam. Itu yang membuat teman-teman di Smipa merasakan haru biru di acara selametan kemarin. Itu dugaan saya, dan kalau saya ada di sana kemungkinan besar akan sangat terpengaruh juga apalagi memang kebetulan akhir-akhir ini sedang berusaha kembali menjadikan house yang saya miliki kembali layak huni secara fisik sehingga saya dapat dengan lebih maksimal merasakannya sebagai home, walaupun seunik apapun kondisinya, tetap bagi saya adalah rumah dimana saya selalu ingin kembali. Karena pada dasarnya, there is no place like home!

Foto credit: web.facebook.com/NoPlaceLikeHomeKBK

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31