AES 1194 Past Life?

Pada suatu saat saya sedang menyiapkan makanan di tempat seorang sahabat, di Windsor, nama tempatnya. Saya memang sering sekali masak di sana, bahkan hampir semua peralatan masak yang terbaru yang sahabat saya miliki, saya yang mempergunakannya pertama kali. Saya tidak ingat pada saat itu sedang membuat apa, yang saya ingat tiba-tiba saat itu saya merasa pernah mengalami situasi serupa, di tempat yang sama bersama orang-orang yang sama. Deja vu.
Saya begitu yakin. Semua indera serta pikiran saya begitu terpukau dengan sensasi ynag saya alami itu. Apakah ini benar-benar pernah terjadi? Saya tidak yakin walaupun yang saya rasakan saat itu sangat nyata.
"Perasaan kita pernah melakukan ini deh, cuma engga inget kapan." Celetuk saya karena pada saat itu begitu yakin bahwa peristiwa seperti itu pernah terjadi sebelumnya.
"I don't think so." Timpal sahabat saya.
Saya tidak memperpanjang percakapan ini. Sahabat saya ini orang yang sangat hebat memory-nya jadi jika dia mengatakan belum pernah, berarti memang belum pernah. Hmm.. tapi dalam hati mengapa saya begitu yakin bahwa ini pernah terjadi. Dalam benak saya bahkan dapat memutar ulang gambar kejadian di masa lalu itu walau tidak jelas wajah-wajah yang ada di sana.
Dr. Khoury, seorang neorologist pernah mengataka bahwa deja vu adalah sebuah sensasi palsu terhadap sesuatu yang familiar. Jadi itu palsu, false! Kata beliau pula bahwa otak kita menciptaan suatu sensasi seolah-olah pernah mengalami peristiwa yang sama sebelumnya, tetapi tidak mampu mengangkatnya kembali dari memory kita dan juga tidak dapat mengidentifikasi situasi yang aktual.
Beberapa minggu yang lalu saya juga sempat ngobrol dengan seseorang yang dulu saya sering berdiskusi tentang awareness, membahas buku-buku awareness dari Khrisnamurti juga buku-buku De Mello. Nah beliau sepertinya mempercayai reinkarnasi serta kehidupan sebelumnya. Beliau mengatakan deja vu itu bisa saja merupakan sebuah residu dari memory di kehidupan yang lalu. Jadi bisa saja saya memang pernah mengalami peristiwa serupa tapi di kehidupan yang lain.
Ini bukan hal yang dengan mudah untuk bisa dibuktikan. Apakah ada reinkarnasi atau tidak, itu tergantung keyakinan masing-masing. Tentang memory dari kehidupan yang lalu yang residunya dirasakan saat ini juga bagi saya hampir seperti cerita fiksi. Apakah betul begitu? Saya harus banyak mencari informasi tentang ini. Nanti begitu saya sudah settle down dan mulai harus mengisi banyak waktu luang, saya sepertinya tertarik untuk duduk dan belajar bersama-sama teman-teman tentang banyak hal. Ini harus masuk dalam daftar keinginan saya.
Foto credit: medicalnewstoday.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31