AES 1207 Masih Tanpa Agenda

"Jo, kita akan dikirimi nasi pecel." Kata Nina ketika saya masih berbaring sambil membaca berita.
"Dikirim gimana?" Tanya saya.
"Pake gojek. Katanya malah sedang dijalan. Nih aku kiri link-nya" Kata Nina.
Saya buka link nya dan terlihat di sana sudah hampir tiba di hotel tempat kami tinggal. Saya segera ke kamar mandi sedikit menyegarkan diri dan langsung turun ke bawah. Di elevator saya lihat kiriman sudah tiba sehingga begitu pintu terbuka saya bergegas ke front desk, ke meja resepsionis menyebutkan nomorkamar dan sebuah tas berisi makanan sudah menunggu.
Kami makan dengan lahap. Sudah lama sekali saya tidak menikmati nasi pecel Madiun. Kalaupun saya membuat waktu di Fort Collins, rasanya jauh berbeda jika dibandingkan dengan nasi pecel yang asli dan lengkap dengan daging empal, serundeng, rempeyek dan beberapa potong gorengan ala Jawa Timur. Saya sudah tidak terbiasa makan sarapn sebesar ini, tapi saya sejak jaman kecil selalu pentang membuang makanan, jadi saya habiskan dan segera saya merasa "begah" istilah bahasa Jawa jika merasa makan terlalu banyak dan perut menjadi tidak nyaman.
"Kita mau ngapain hari ini?" Tanya saya.
"Kita tidak punya rencana apa-apa. Ingat, liburan kali ini kita tidak punya agenda. Jadi kita lihat saja hari ini akan ngapain." Jawab Nina.
Memang kami sama sekali tidak merencanakan apa-apa. Semua yang kami lakukan selalu spontan. Jika tidak ingin melakukan apa-apa, ya kami berbaring saja di kamar hotel atau menonton TV atau ngobrol dengan teman-teman melalui aplikasi di telepon. Dan itu yang kami lakukan pagi ini. Hingga kemudian sejumlah teman mengajak kami bertemu di Mirota, salah satu toko cinderamata dan batik yang memiliki restoran kecil.
Kami akhirnya untuk pertama kalinya mengunduh aplikasi pemesanan kendaraan online, dan berusaha memesan sebuah kendaraan yang akan membawa kami ke tempat pertemuan dengan teman-teman.
Tidak merencanakan apa-apa itu menyenangkan sekali. Saya memang punya dftar makanan yang ingin dinikmati dalam liburan kali ini, tapi itupun bukan keharusan. kalau bisa saya akan coba, kalau tidak juga bukan merupakan masalah besar. Mengalir saja. Besok bagaimana? Tidak bagaimana-bagaimana. Besok adalah besok, bukan hari ini, bukan sekarang. Jadi apa yang akan kami lakukan besok, merupakan urusan besok. Semuanya masih tanpa agenda!
Foto credit: Pexels.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11