AES 1250 Keburukan Yang Indah

"Hmm.. Apa ya hari ini?" Hahaha... pertanyaan klise setiap hari ketika membuka laptop dan mulai menatap layar monitor serta mulai memikirkan tema tulisan hari ini. Iseng saya membuka-buka kembali draft yang saya miliki, sudah ada 190-an yang belum saya kembangkan. Biasanya karena kehilangan minat ditengah jalan atau mungkin kesulitan ketika tengah mengembangkannya, lalu disimpan untuk kemudian hari dilanjutkan.
Saya buka sebuah yang belum berjudul, hanya sebauh paragraf yang entah karena apa saya tidak lanjutkan, sebuah kutipan dari salah satu artikel yang saya baca dan sangat menarik tentang musim gugur, tentang kejatuhan manusia dalam dosa yang kalau di kitab suci dinarasikan dalam kisah Adam dan Hawa.
"Beautiful! Fun fact. When Eve sinned, all the leaves fell from the trees except the fig. That is why they used the fig leaves to make "clothes." Interestingly they call it "The fall" in the bible, and we call Autumn fall, when all the leaves 'fall' off the trees. "
Saya bukan ahli agama, saya hanya membaca kitab suci begitu saja tanpa mendalaminya dengan sungguh. Kisah Adam dan Hawa setahu saya merupakan peristiwa kejatuhan manusia dalam dosa yang mengakibatkan manusia terlempar dari keabadian, dari kepenuhan hidup menjadi insan yang harus menghadapi kematian, menghadapi perjuangan dan bergumul dengan kejahatan.
Kutipan di atas jelas bukan dari kitab suci, bahkan ini mungkin interpretasi seseorang yang mengkaitkan keindahan musim gugur dengan kisah Adam dan Hawa. Jadi mohon jangan dibahas secara agamis, saya hanya mengutipnya karena terdengar sangat indah, melihat sisi kejatuhan sebagai sesuatu yang positif dan luar biasa. Kenapa tidak? Selalu ada sisi positif dari hal yang negatif. Semesta itu selalu hadir dalam keseimbangan, seperti Tuhan menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Terang-gelap, basah-kering, jantan-betina, dan sebagainya.
Kutipan di atas menggabarkan ketika Hawa berdosa lalu semua daun berguguran kecuali dedaunan dari pohon Ara yang kemudian dijadikan pakaian. Saya tidak tahu apakah benar fig itu sama dengan ara. Yang jelas fig itu enak sekali dan manis jika menemukan yang baik. Tidak kalah sedapnya jika dijadikan bahan untuk salad dressing atau selai. Eniwei, maaf jika saya terdistraksi, kerja otak saya pagi ini memang aneh hahaha. Di kutipan itu diyakini (saya sih tidak yakin) bahwa musim gugur dimulai dengan kejatuhan manusia dalam dosa. The fall, kejatuhan. Lalu dikaitkan dengan Autumn Fall, ketika luruhnya daun-daun di musim gugur.
Kejatuhan yang mengakibatkan keindahan. Ini sangat kontradiktif apalagi jika kita yang mengenal kisah Adam dan Hawa di kitab suci yang menjauhkan manusia dari kebahagiaan, mendekatkan manusia pada penderitaan, kesakitan dan hal-hal lain yang negatif karena sudah terusir dari keabadian. Sementara jika saya memandang musim gugur, sangat luar biasa indahnya. Tidak ada saat apapun lebih dari lainnya yang saya inginkan untuk berada kecuali di musim gugur.
Hal-hal yang buruk itu sangat menarik. Saya tidak mau menggunakan istilah dosa karena terlalu agamis, dan saya bukan orang yang agamis. Jadi saya akan menggunakan istilah buruk. Seperti misalnya ketika kita melihat benda berharga tanpa ada yang menunggui, keinginan untuk menyentuh sangat tinggi, bagi sementara orang malah keinginan untuk memilikinya sangat menggoda. Banyak hal-hal lain, misalnya ketika cuaca mendung, hujan rintik-rintik sementara kita harus pergi ke kantor, padahal lebih menyenangkan untuk tinggal di rumah sambil selimutan membaca buku atau menonton seri drama Korea sambil menyeruput kopi panas ditemani klapper tart, siapa tidak tergoda? Hal yang salah, hal yang buruk itu sangat menarik. Atau ketika jadwal berolahraga, tapi membayangkan duduk di sofa dengan meneruskan membaca novel yang semalam belum selesai dan sangat seru, apakah tidak memilih bermalas-malasan di rumah daripada berlari, berkeringat dan tubuh kesakitan karena jogging 5km?
Mungkinkah ketika orang yang menulis tentang musim gugur itu berpikir seperti saya? Bahwa hal-hal yang buruk itu indah? Bahwa kaburukan yang dilakukan oleh Hawa itu menyebabkan keindahan? Nakal sekali, ya? Saya harus berhenti sebelum dikutuk oleh pastor atau pemuka agama! Hahaha...
Foto credit: openthebible.org
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31