AtomicEssay

AES 126 Substansi dan Karakter

joefeluspenulis arsip2

Kemarin saya berjumpa dengan seorang romo yang sedang melakukan perjalanan sendirian dari Indonesia dalam mengisi masa sabbatical. Saya menjemput beliau di depan salah satu supermarket sepulang kerja dan setelah menjemput Kano pulang sekolah. Romo ini pernah berperan dalam hidup saya dalam mengambil sebuah keputusan penting dalam menentukan arah hidup sehingga saya menjadi seseorang seperti saya sekarang ini. Saya ajak beliau keliling kampus, dan kemudian diakhiri dengan makan malam.

Ketika di dalam mobil keliling-keliling, kami ngobrol banyak tentang hal-hal masa lalu, tentang orang-orang yang pernah kami kenal dan tentang peristiwa-peristiwa yang pernah kami alami. Pada kesempatan lain beliau bertanya tentang rencana masa depan, tentang Kano dan keluarga. Saya katakan kondisi sekarang memang penuh dengan ketidak-pastian dan saya punya banyak kekhawatiran.

Beliau dengan santai berkata," Jangan khawatir, ingat tentang burung dalam alkitab? yang mengatakan bahwa burung tidak menabur dan tidak menuai namun diberi makan oleh Allah di sorga?"

Saya mengangguk, saya ingat sekali perumpamaan tentang burung dalam kitab suci.

"Ya tapi kamu jangan menunggu saja! Burung untuk dapat makan masih tetap harus terbang! Jadi kamu juga harus berusaha!"

Saya tertawa. Ini pastor dari dulu memang begitu! Lalu kesempatan ini saya gunakan untuk mengungkapkan uneg-uneg soal iman. Saya pernah menulis esai di atomic essay AES 29: Faith, Doubt & Virus Di sana saya menyatakan sesuatu yang sangat menganggu dan terjadi konflik batin antara iman dan keragu-raguan. Saya ungkapkan hal itu ke si romo. Saya tanya apakah itu menunjukkan bahwa iman saya lemah? Apakah karena saya meragukan tentang mempercayai akan sebuah transformasi, sebuah sakramen?

Romo itu menjawab,"Jo, yang kamu lakukan itu betul! Kamu mengimani, tapi kamu juga harus pake otak! Kalau kamu tidak minum anggur yang sudah dikonsekrasi itu bukan berarti kamu tidak mempercayai tapi kamu menggunakan akal sehat untuk memilih tidak meminum. Kedua, dalam ekaristi, substansi anggur dan roti tidak berubah, sama seperti seorang remaja yang berubah manjadi dewasa, substansinya sendiri tidak berubah, manusianya tidak berubah. Karakternya yang berubah."

Mungkin saya terlalu serius dalam banyak hal. Tapi obrolan menjelang pulang sesudah makan malam itu, saya menjadi lebih tenang. Sayang saya tidak mempunyai waktu untuk libur panjang, kalau tidak, seperti saya ungkapkan ke romo itu, saya akan bersedia menemai romo keliling puluhan state nyupir bergantian! Itu yang sedang romo lakukan sejak sebulan lalu dari California, Arizona, Nevada sekarang ada di Colorado, besok lusa beliau ada di Nebraska, lalu South dakota dan seterusnya hingga bulan Januari. Seru pastinya!***

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31