AES 1262 Secangkir Kopi

Tadi pagi saya membaca sebuah unggahan berupa analogi tentang sikap. Ini memberikan sebuah pelajaran yang sangat berharga dan saya tidak mau melewatkannya begitu saja, sebab jika mau jujur saya sering sekali mengalaminya.
Dalam analogi itu, diceritakan seperti ini:
Saya sedang memegang secangkir kopi ketika ada seseorang yang menyenggol sehingga tangan saya bergoyang dan kopi yang saya pegang tumpah kemana-mana.
Mengapa saya menumpahkan kopi itu?
"Karena seseorang menyenggol saya!"
Itu ternyata adalah jawaban yang salah!
Yang benar adalah saya menumpahkan kopi tersebut sebab di dalam cangkir itu ada kopi. Jika di cangkir itu ada teh, misalnya, maka saya akan menumpahkan teh. Apapun yang ada di cangkir itu akan saya tumpahkan. Apapun! Kopi, teh, maupun air!
Sama halnya dengan hidup. Ketika kehidupan kita terguncang, yang tentunya sering terjadi, apapun yang ada di dalam diri kita akan tumpah.
Nah sekarang, tanyakan pada diri kita , apa yang ada di dalam cangkir itu? Ketika hidup kita terguncang, penuh tantangan, apa yang akan kita tumpahkan? Kegembiraan, rasa syukur, kerendah-hatian? atau kemarahan, kepahitan, mencari kambing hitam atau kecenderungan untuk menyerah?
Hidup menyediakan kita sebuah cangkir, sekarang terserah pada kita dengan apa kita mengisinya. Kita dapat mengisinya dengan rasa syukur, keinginan untuk memaafkan, kata-kata afirmasi, keteguhan, hal-hal yang positif, kebaik hatian, kelembutan, kasih sayang pada orang lain. Ataukah kita akan mengisinya dengan hal-hal negatif? ***
Analogi di atas sangat menarik. Setelah saya membacanya, saya sedikit tercenung dan mau tidak mau mulai merefleksikan apa yang selama ini saya alami. Bacaan tadi seolah-olah mengingatkan bahwa selama ini saya tidak selalu mawas diri. Saya merasa hidup ini dijalani dengan sebuah kesombongan bahwa saya telah melakukan segala sesuatu dengan baik, dan ketika kehidupan mulai terguncang saya menyalahkan banyak hal di luar diri sendiri. Sangat mudah mengelabui diri sendiri dengan mengatakan bahwa jika situasi itu tidak terjadi, maka peristiwa ini tentunya tidak akan sedang saya alami. Ini adalah yang paling mudah, mencari alasan untuk dikambing-hitamkan dan ini merupakan kecederungan kita dalam menghadapi banyak situasi yang tidak menguntungkan. Mungkin mulai sekarang saya seharusnya lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang positif. Tentunya butuh latihan dan membiasakan diri. Jika saya mampu membiasakan diri dengan kegiatan lain, menulis misalnya, tentunya fokus ke hal-hal positif juga bisa saya lakukan, yang pasti harus dengan memulainya, tidak hanya dalam sebatas wacana!
Foto credit: mix941kmxj.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11