AtomicEssay

AES 1263 Going After A Dream

joefeluspenulis arsip2

Nothing is guaranteed. If you really want something, go after it and take action. Itu kalimat pertama yang saya pikirkan pagi ini. Pernahkah kita memikirkan bahwa dalam hidup ini kita banyak menghabiskan waktu dengan sia-sia karena mengharapkan sesuatu tanpa melakukan apa-apa? Mengharapkan sesuatu itu baik, karena memicu kita untuk bertindak dan berusaha, tapi tidak jarang kita mengharapkan sesuatu yang tidak realistis. Itu adalah sebuah harapan yang tidak sehat, dan ketika melakukan ini kita akan banyak menyia-nyiakan waktu hidup kita.

Saya sering melamunkan sesuatu yang absurd ketika sedang menghadapi berbagai masalah. Ini memang karena iseng, saya melakukan itu untuk mendistraksi diri, melepaskan diri sejenak dari kepenatan karena kepala penuh dengan hal-hal yang melelahkan. Itu mungkin cocok untuk saya walau saya yakin setiap orang mempunyai cara masing-masing dalam memberikan jarak sejenak antara diri sendiri dan permasalahan yang sedang dihadapi. Namun itu hanya untuk sementara, sekedar jeda, pada saatnya kita harus kembali menghadapi dan menyelesaikan permasalahan itu.

Saya sering melamunkan sesuatu yang absurd ketika sedang menghadapi berbagai masalah. Ini memang karena iseng, saya melakukan itu untuk mendistraksi diri, melepaskan diri sejenak dari kepenatan karena kepala penuh dengan hal-hal yang melelahkan. Itu mungkin cocok untuk saya walau saya yakin setiap orang mempunyai cara masing-masing dalam memberikan jarak sejenak antara diri sendiri dan permasalahan yang sedang dihadapi. Namun itu hanya untuk sementara, sekedar jeda, pada saatnya kita harus kembali menghadapi dan menyelesaikan permasalahan itu.

Setiap orang memiliki mimpi maupun harapan yang berbeda-beda. Ketika kita semakin dewasa, harapan-harapan itupun berkembang. Banyak mimpi dan harapan itu terbentuk karena pengaruh orang tua, ingin seperti mereka, atau harapan yang kita miliki karena orang-orang tertentu yang memiliki pengaruh besar dalam hidup, atau harapan dan mimpi yang muncul karena pengalaman hidup yang berbeda-beda. Mimpi dan harapan itu ketika kita sudah dewasa dapat menjadi pemicu dan memberikan dorongan untuk menghadapi berbagai rintangan, tapi jika harapan itu tidak realistis, maka kita akan menghadapi masalah serius seperti misalnya frustrasi, iritasi dan sebagainya.

Tidak apa kita memiliki mimpi yang kurang realistis selama kita memiliki kemampuan untuk mengubah mindset dan tetap berusaha menikmati kegembiraan darinya. Seperti saya yang sering melamun dan bermimpi menjadi pemain piano yang handal. Sempat terbersit ide untuk membeli piano kecil lalu mulai berlatih, tapi kemudian saya mulai memiliki trigger fingers, carpal tunnel dan sebagainya sehingga saya harus megubah mindset. Mimpi saya biarkan hidup sebagai salah satu cara saya menikmati keseharian sambil melamun sebagai penikmat piano, tapi untuk mewujudkannya saya harus realistis bahwa kemungkinan itu mungkin sudah harus dipupuskan. Yang penting saya masih tetap dapat membahagiakan diri dengan cara yang berbeda. Cukup dengan meng-appreciate yang saya miliki sekarang sudah jauh lebih dari sempurna, karena saya juga selalu ingat ungkapan orang tua: Expect nothing but appreciate everything!

Foto: scentedbalance.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31