AtomicEssay

AES 1268 Ingin Yang Seimbang

joefeluspenulis arsip2

Hidup yang penuh dengan kebahagiaan katanya dipenuhi dengan kesenangan (pleasure), stabilitas, kenyamanan, keamanan dan emosi yang positif. Aristoteles mengatakan bahwa ada 2 cara yang bisa dipilih manusia dalam menjalani hidupnya yaitu dengan mengejar kesenangan atau kenikmatan (hedonic) dan meaning (eudaemonic).

Selama ini saya mempunyai pandangan negatif terhadap kaum hedonis. Mungkin karena saya tidak pernah secara sadar menyelami kehidupan mereka. Yang terlihat biasanya hanya bagian luarnya saja, seperti berpesta pora, dan melakukan kegiatan yang biasanya dianggap buruk di mata orang umum. Maklumlah sebab katanya kaum hedonis menempatkan kenikmatan dan kesenangan di atas segala-galanya. Tapi apakah itu betul atau tidak saya tidak tahu, dan saya bukan orang yang tepat untuk menghakimi mereka.

Siapa sih yang tidak suka akan kesenangan. Saya yakin setiap orang ingin hidup senang, tapi itu bukan satu-satunya tujuan hidup. Saya lebih memilih kehidupan yang seimbang. Kenapa begitu? Sebab saya lebih suka hidup yang dinamis dan variatif. Contohnya nasi Padang. Itu makanan yang saya taruh diurutan tertinggi. Tapi apakah akan sama nikmatnya jika saya makan itu setiap hari? Mungkin untuk sementara waktu begitu, tapi lama kelamaan saya menginginkan hal yang lain. Sesekali saya ingin sayur asam atau lodeh. Kenikmatan jika dialami sepanjang waktu tidak menjadi spesial lagi. Justru di situ letaknya. Kesenangan hadir dalam hidup karena kita mengenal kesedihan! Tanpa kesedihan kita tidak pernah mengerti arti kebahagiaan, dan sebaliknya kita tidak dapat menyelami kesedihan jika tidak pernah bahagia.

Kalau menilik secara sederhana apa yang dikatakan oleh Aristoteles bahwa manusia menjalani hidup untuk mengejar kesenangan dan makna, maka menurut saya yang awam kalau bicara mengenai filsafat, jika meraih dua-duanya, maka hidup kita akan penuh. Kesenangan saja tanpa makna, tidak ada gunanya, sementara hidup kita bermakna tapi tanpa ada kesenangan, maka akan menjadi hidup macam apa? Saya memilih yang seimbang. Hidup yang diwarnai kesenangan yang cukup serta bermakna.

Foto credit: bodyshopbusiness.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31