AES 1269 Obrolan Pagi

Hari Selasa seperti biasa saya bangun lebih pagi karena Nina ada jadwal ke kantor, jadi saya sebagai suami yang baik dan penuh kasih sayang (cieeee... hahaha) bangun awal untuk menyiapkan bekal. Dapur memang domain-nya saya, walau saat ini masih penuh debu dan baru ada sebuah kompor darurat 1 tungku yang biasa digunakan para tukang memasak air untuk kopi, tetap itu "milik" saya. Jadi saya sibuk menyiapkan bekal, ada kopi, menu sarapan termasuk rujak untuk cemilan. Saya memang punya mangga cengkir mengkal, dan ada bumbu rujak.
Semua selesai ketika Nina sedang bersiap-siap. Saat itu masih pukul 5 pagi. Saya mendapat sebuah pesan dari seorang sahabat tentang pastrami. Soal ini , saya pernah menulis tentang Pastrami reuben di AES: AES 13 Pastrami Reuben Nah pagi-pagi kami sudah ngobrol panjang lebar tentang daging olahan ini yang biasanya menggunakan brisket (sandung lamur?) serta jenis roti apa saja yang seharusnya digunakan.
Sampai di sini saya mulai sadar bahwa jika saya ingin makanan seperti ini, maka satu-satunya cara, jika ingin puas, ya harus membuat sendiri! Saya belum pernah melihat roti marble rye selama di tanah air, mungkin harus ke ibu kota yang banyak penghuni diasporanya yang mengkonsumsi jenis makanan ini. Kalau saya misalnya jualan di Bandung belum tentu laku sebab banyak kemungkinan jenis makanan ini tidak dikenal.
"Pake daging lokal bisa engga, Jo?" Tanyanya
"Hmm.. daging lokal biasanya alot karena jenis sapi dan cara pembiakan yang berbeda. Kalo bisa cari brisket impor atau bahkan corned beef akan lebih mudah. Bukan corned beef kornet loh yang pakai daging cincang, tapi corned beef utuh" Kata saya lagi
Saya langsung melamun. Nanti jika peralatan masak saya sudah lengkap, mungkin saya akan bisa membuat corned beef atau brisket dengan daging lokal yang tentunya akan membutuhkan perlakuan khusus. Saya langsung bersemangat. Membayangkan saya membuat corned beef atau pastrami.
"Mungkin kita bisa buat cornbeef pakai sandung lamur lokal, kita bumbui dan rendam lalu pakai presto. Sesudah itu kita bumbui lagi dengan rempah pastrami baru di broil agar agak gosong karena kita ga punya smoker." Kata saya
Kalau sudah ngobrol soal makanan, biasanya yang semula hanya wacana, bisa berakhir dengan pesta pora hahaha. Itu yang saya pikirkan sambil mulai membuat rencana dalam pikiran tentang dimana saya bisa mencari keju swiss yang baik, saurkraut dan memikirkan cara membuat dressingnya dari scratch. "Hmm tapi lalu rotinya bagaimana?" pikir saya lagi.
Pagi-pagi saya sudah mulai berkutat dengan kegiatan memasak atau makanan. Eh sedang asyik begitu saya membaca esainya mbak @sanya tentang sarapan: Cerita Sarapan Hari Senin Nyambung sekali hahaha... Mbak sanya malah cerita tentang spekulasi yang mereka pikirkan mengenai tukang baso, apakah dia itu intel, malas atau lainnya karena jualannya tidak lengkap. saya malah memberikan komentar lebih ngawur lagi, jangan-jangan teroris yang menyamar jadi tukang baso! hahahaha
Pagi ini memang seru. Menyiapkan makanan utuk Nina, ngobrol makanan dengan seorang sahabat dan membaca essai tentang makanan juga. Nah sekarang saya harus cepat-cepat sarapan sebab rencananya saya akan pindah kamar supaya kamar yang saya tempati dapat segera diselesaikan pengecatannya oleh crew cat. Mudah-mudahan rumah cepat selesai supaya saya bisa seru bermain-main di dapur dengan banyak rencana membuat experimen makanan baru!
Foto credit: beyondthebayoublog.com
Komentar (2)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31