AtomicEssay

AES 1273 Tokek

joefeluspenulis arsip2

"Pak, ada tokek di atas ya?" Tanya seorang pekerja yang sedang melakukan finishing di kamar atas.

"Iya, berisik terus sepanjang hari dan malam." Kata saya.

"Gede-gede loh pak, ada 2. Pas lagi rame-ramenya bisa berapa juta-eun. Dulu banyak yang nyari untuk keberuntungan." Kata tukang lagi.

"Ah yang bener? Orang mau beli tokek?" Tanya saya takjub.

"Iya pa, katanya buat dikirim ke Tiongkok. Harga tergantung berapa centimeter besarnya. Yang di bapak pasti mahal da gede pisan." Katanya lagi.

Saya menggeleng-gelengkan kepala. Masyarakat di banyak tempat memang masih percaya pada tahayul. Tidak hanya di Indonesia, saya tahu teman-teman saya yang berasal dari Philipina menyelundupan tokek ke Hawaii. Mereka percaya bahwa dengan adanya tokek di rumah mereka, maka rejeki dan keberuntungan akan terus mengalir. Tidak heran tokek sekarang eksis di kepulauan terpencil di tengah-tengah samudra pasifik itu.

Contoh lain misalnya kemarin adalah hari Jumat tanggal 13, atau kalau bahasa Inggris terkenal dengan Friday the 13th. Hingga sekarang masih banyak sekali orang yang percaya bahwa angka 13 itu adalah angka buruk dan sial. Coba perhatikan elevator, pernah menjumpai angka 13? biasanya dilompat langsung ke angka 14. Hahaha.. Katanya 80 persen gedung yang memiliki elevator melewat angka sial ini. Saya sendiri pernah tinggal di lantai 13 selama 2 kali. Yang pertama dinamai lantai 12B dan yang kedua di lantai 14. Faktanya, dua-duanya ada di lantai yang ke 13. Apakah saya mendapat kesialan? Hahaha.. sama sekali tidak bahkan 5 tahun di lantai 12B (lantai 13) saya mengalami saat-saat yang luar biasa dalam hidup. Lalu di lantai 14 saya akhirnya mempunyai anak yang sudah saya nanti-nantikan selama 12 tahun, tidak hanya itu, di lantai 14 (atau sebenarnya 13) Itu, saya menang lotre 45 ribu dollar! Sayang saya hanya tinggal memiliki foto uang kemenangan itu, jika sakarang saya punya uang itu, rumah saya akan beratap baja! Hahaha..

Tahayul memang kalau dipikir-pikir sangat seru. Banyak ujar-ujar yang diungkapkan oleh orang tua, entah kakek, nenek atau orang tua mereka yang mengingatkan untuk tidak melakukan hal-hal tertentu, seperti membuka payung di dalam rumah, jangan berjalan dibawah tangga, tidak boleh menaruh sepatu di atas meja dan sebagainya. Semuanya masuk akal, untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi hal-hal yang kurang baik atau bahkan berbahaya, tapi dikaitkan dengan hal-hal yang luar biasa memang menghibur, bokong kita bisulan karena duduk diatas bantal, misalnya, atau kesambar geledek karena mambuka payung di dalam rumah. Seru!

Para psikolog justru mengatakan bahwa tahayul ini bisa membantu dalam keseharian kita. Kalau untuk tujuan berjaga-jaga, paling murah menggunakan tahayul daripada menggunakan hal-hal yang mahal. Bagaimana jimat dapat membantu membuat seseorang lebih tenang dan percaya diri daripada harus duduk di ruang psikiater dengan biaya mahal. Dan percaya atau tidak tahayul dapat meningkatkan penampilan dan kinerja karena yang bersangkutan menjadi yakin dan percaya diri. Dalam sebuah interview seseorang dapat melewatinya secara luar biasa karena dia percaya akan perlindungan "jimat" kecil yang dia bawa kemana-mana.

Yang seperti ini memang kalau dipikir-pikir sangat menghibur dan seru. Saya menganggap ini sebagai bumbu-bumbu pemanis atau penyedap kehidupan, kalau makanan sih sebutannya micin! Hahaha

Foto credit: id.wikipedia.org

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31