AtomicEssay

AES 1277 Natal Adalah Kenangan

joefeluspenulis arsip2

Natal adalah kenangan! Entah teman-teman menganggap hal yang sama atau hanya saya, tapi bagi saya memang begitu. Entah mengapa, bagi saya kesan Natal itu baru sesudahnya, bukannya ketika merayakannya. Lebih seru mengenang daripada melakukannya. Tapi tentunya saya harus melakukannya, tanpa itu tidak akan ada kenangan.

Itu yang sedang saya nikmati sekarang. Di luar hujan gerimis dan tidak ada cahaya matahari. Saya iseng menghubungkan telepon selular saya ke mainan baru, seperangkat soundbar yang sudah lama saya impikan. Di rantau hanya bermimpi, percuma memilikinya walau misalnya mampu, karena pada saatnya itu akan saya tinggalkan. Sekarang rumah sendiri, tidak ada salahnya menikmati hasil kerja keras seumur hidup dengan sedikit keseruan. Saya langsung putar lagu-lagu Natal seperti yang ayah selalu lakukan ketika saya kecil. Suasana hati yang nikmat dan membahagiakan langsung muncul.

"Kamu beruntung! I am happy for you." Kata salah seorang sahabat saya beberapa tahun yang lalu.

Saat itu malam hari. Saya dan Nina sedang berburu. Bukan berburu binatang tapi berburu suasana Natal. Entah sejak kapan Nina dan saya senang melakukan ini, seingat saya sejak saat kami masih bermukim di Hawaii. Menjelang Natal, atau lebih tepat sesudah perayaan Thanksgiving, tradisi yang biasa dilakukan di Amerika ialah rumah-rumah yang mulai bersolek. Ada yang sederhana tapi ada juga yang jor-joran. Saya ingat dulu diajak teman, Wayne dan Nancy berkendaraan keliling kompleks perumahan. Di salah satu kompleks ada yang seluruh rumahnya, seluruh kompleks, dihias dengan lampu-lampu dengan sangat meriah. Satu blok besar bermandikan cahaya. Nah karena di Hawaii kami tidak memiliki kendaraan pribadi, maka kami hanya bisa menikmati itu jika diajak. Karena di Fort Collins kami memiliki mobil, maka sering sekali di malam hari kami berkeliling menikmati keindahan rumah-rumah yang bersolek menciptakan suasana Natal.

Malam itu Nina dan saya bergantian nyupir, jika tidak nyupir sambil menikmati suasana saya ngobrol dengan teman-teman melalui WA, salah satunya ya dengan sahabat saya ini. Saya bagikan beberapa foto sambil menceritakan apa yang saya lihat. Kebetulan sekali malam itu turun salju, jadi tidak lupa saya abadikan juga dan mengirim foto-fotonya ke Bandung. Pada saat itulah sahabat saya ini berkata bahwa saya orang yang beruntung yang memperoleh kesempatan menikmati itu semua.

Mungkin pengaruh fantasi masa kecil, dan Natal identik dengan pohon, hiasan, salju-saljuan, maka ketika saya mengalaminya sendiri secara langsung, segala sesuatu menjadi berubah. Ini menjadi Natal yang sesungguhnya. Lagu-lagu tentang raindeer, white Christmas dan sebagainya sekarang terasa janggal karena dialami dalam suhu hangat cenderung panas, pepohonan yang hijau serta hujan gerimis. Fantasi saya adalah berada di dalam snow globe mainan yang sesudah dibalik, seolah-olah turun salju. Atau memandangi kartu Natal yang di tanah air sudah menjadi barang langka. Percaya tidak jika di rantau kartu Hallmark masih beredar selama musim liburan musim dingin? Ya perusahaan itu masih hidup dan masyarakat masih menjalankan tradisi mengirim kartu Natal ke sahabat dan sanak saudara.

Saya memejamkan mata. Mengenang semua pengalaman hidup di masa-masa seperti ini, di berbagai tempat, di berbagai peristiwa. Benar kata sahabat saya itu, saya memang beruntung. Hidup dalam dunia fantasi itu sangat luar biasa, walau sekarang saya hanya mampu mengenang, tapi sesungguhnya semua itu sudah terekam dalam kalbu. Oh tidak hanya itu, saya juga merekam semuanya dalam bentuk gambar dan tulisan. Memang saya beruntung dan bersyukur untuk semua itu.

Saya membuka mata sambil masih tersenyum. Sayup-sayup terdengar sara seorang pria bernyanyi lewat sebuah speaker.

Tahu bulat

digoreng, di mobil, dina katel, dadakan,

lima ratusan.

Anget anget gurih-gurih nyoi.

Haduh! Suasana langsung rusak. Saya harus mulai membiasakan lagi menikmati suasana akhir tahun yang sangat unik di tanah air. Gaungnya hampir tidak terasa kecuali ke tempat tempat tertentu. Tapi itu tidak penting. Saya punya banyak kenangan dan bagi saya itu jauh lebih dari cukup untuk menciptakan suasana hati yang luar biasa!

Foto credit: christmas.alsace

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31