AES 1293 Immanere

Hari masih pagi dan sepertinya matahari masih agak bermalas-malasan. Demikian juga saya, belum ingin beranjak dari tempat tidur hingga akhirnya ada sebuah kalimat yang saya baca di telepon genggam: "Be more present for the universe inside you!" Saya agak tercekat dan berhenti membaca. Kalimat ini sangat mengusik sebab mengubah semua persepsi saya, apalagi hari masih pagi dan otak saya masih belum benar-benar bangun. Apa ini maksudnya? Selama ini saya selalu menganggap hidup di dalam semesta, bukan semesta di dalam saya. Antara bingung dan tertarik saya terus berpikir. Mungkin saja kalimat itu biasa saja, namun selama ini saya belum pernah berpikir dari sudut pandang ini.
Selama ini saya berpikir bahwa semesta itu sesuatu yang berjarak, yang berada di luar saya atau saya hidup didalamnya saling terkoneksi baik pikiran, perasaan dan kehadiran saya sebagai suatu kesatuan yang besar. Nah saya harus benar-benar merenungkan bahwa interkoneksi ini, jika mendalami kalimat di atas, tidak hanya saya berada di dalamnya, tapi karena sebagai satu kesatuan yang besar, entiti itu ada dalam diri saya juga. Apakah begitu?
Jika saya berpikir dalam konsep saintifik, yaitu bahwa manusia terbentuk dari elemen yang sama dengan bulan, bintang dan seluruh galaksi dimana semua atom yang membentuk tubuh kita juga terdapat dalam atom-atom yang membentuk semesta, maka kita semua merupakan satu kesatuan bentuk fisik yang memiliki elemen yang sama. Jadi semesta itu ada di luar maupun di dalam kita, karena segala hal merupakan satu kesatuan.
Jaman saya kuliah filsafat, puluhan tahun yang lalu, saya ingat dalam filsafat ketuhanan ada istilah transenden dan imanen. Transenden melihat Tuhan yang berjarak dengan manusia, sebagai sosok yang jauh, yang perlu dihormati dan diagungkan, ditaati bahkan ditakuti. Semetara imanen, atau dalam bahasa latin immanere yang berarti berada atau tinggal di dalam, yang kalau tidak salah pertama kali diungkapkan oleh Aristoteles, Tuhan di sini sebagai sosok yang berada dalam struktur alam semesta yang bersama-sama berperan dan ambil bagian dalam semua proses. Nah, ini adalah persepsi secara filosofis.
Tapi bagaimana seandainya kalimat di atas hanyalah sebuah kiasan? Maksudnya adalah hanya sebagai metafor yang mengajak saya untuk lebih melihat ke dalam dan melakukan introspeksi? Atau mungkin mengajak untuk lebih mendalami potensi, kompleksitas dan mengenal serta mengeksplorasi segala sesuatu yang berada di dalam diri saya? Ini juga bisa.
Namun secara keseluruhan jika saya terus memikirkan makna dari kalimat itu, the universe inside you lebih memfokuskan pada keterkaitan, keterhubungan, antara individu dengan semesta entah itu yang hadir secara berjarak atau menjadi satu kesatuan di dalam. Tidak masalah, itu hanya urusan interpretasi. Yang jelas ini semua mengundang saya untuk berkontemplasi. Yang jelas juga, saya diajak untuk lebih hadir, lebih aware dan lebih mindful.
Foto credit: atomenulis.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11