AtomicEssay

AES 1310 Karakter

joefeluspenulis arsip2

"Manners define character" Itu sebuah kalimat kunci yang selalu saya pegang teguh, baik untuk diri sendiri maupun dalam mendidik anak di keluarga. Saya pegang teguh sebab mempercayai dengan sungguh-sungguh bahwa bila seseorang memiliki tata krama yang baik akan menunjukkan siapa dia sebenarnya sebagai seorang pribadi. Berbeda dengan etiket, etiket lebih menunjukkan seseorang dikaitkan dengan penerimaan masyarakat, yaitu jika seseorang memiliki etiket yang baik maka dia secara sosial akan dengan mudah diterima. Intinya tata krama menunjukkan jati diri, sementara etiket lebih menggambarkan diri sendiri ditengah masyarakat.

Saya ingin ngobrol tentang ini karena akhir-akhir ini saya banyak melihat hal-hal yang menganggu. Jangan salah, bukan karena saya berada di tanah air lalu baru ngobrol soal ini, tidak juga. Saya melihat hal-hal seperti ini juga di tempat lain, tidak hanya di sini. Jadi tidak ada hubungan dengan dimana saya berada atau mendeskriditkan masyarakat tertentu, tidak.

Saya meyakini bahwa kita sebagai manusia tentunya ingin menjadi lebih baik. Baik dalam banyak hal, seperti misalnya tingkat kemapanan, status sosial, dan sebagainya. Tapi bagi saya yang paling penting sebetulnya adalah menjadi diri yang lebih baik, tidak hanya secara lahiriah, tapi juga mentalitas. Saya ingin menjadi manusia yang memiliki kualitas diri, nilai dan karakter yang sebaik-baiknya.

Untuk menjadi lebih baik, tentunya manusia harus mau belajar dan yang dimaksud dengan belajar bukan hanya secara formal. Saya sudah tidak sekolah lagi, tapi saya masih tetap belajar dari banyak hal, dari kejadian sehari-hari, dari situasi yang saya temui, bahkan dari benda-beda di sekitar saya. Saya belajar dari tanaman misalnya. Jika jauh di matahari lalu daunnya condong ke arah matahari, artinya tanaman itu ingin mendapat lebih banyak cahaya matahari. Bukan begitu?

Sekarang saya punya semacam pertanyaan. Jika anda memasuki sebuah lingkungan yang lebih baik dari lingkungan yang anda temui sehari-hari, apakah anda ingin menyesuaikan diri sehingga dapat sefrekuensi dengan lingkungan yang lebih baik itu, atau anda tetap mempertahankan kebiasaan di lingkungan yang biasa anda hadapi sehingga "mengubah" lingkungan yang lebih baik itu menjadi sama seperti lingkungan anda sehari-hari? Jika anda menyesuaikan diri dengan lingkungan yang lebih baik, maka logikanya "kualitas" anda juga semakin baik, atau mempertahankan "kualitas" anda sehingga lingkungan yang lebih baik itu jadi "turun derajat"?

Nah pertanyaan itu muncul karena saya melihat banyak sekali kejadian dimana banyak kalangan yang tidak mengindahkan kondisi dimana mereka berada dan berbuat seolah-olah mereka berada di tempat sendiri sehingga kondisi dimana mereka berada ini menjadi semrawut. Contoh ekstrim, jika sekelompok orang diberi kesempatan hidup sementara di sebuah istana, apakah mereka berusaha menjadi penghuni istana, atau istana itu mereka ubah jadi kampung? Kalau tadi terlalu ekstrim, bagaimana jika seseorang bertingkah laku sangat jorok ketika menggunakan sebuah fasilitas yang sangat baik, bersih dan mewah. Nah saya yakin jawabannya dikaitkan dengan karakter orang itu.

Kembali ke kalimat awal, manners menunjukkan karakter seseorang. Karakter seseorang diperlihatkan dengan sikap dan perilaku, cara bicara, empati dan simpati, kepedulian sosial, kesadaran diri, ketebukaan dan toleransi, dan lain sebagainya. Jika seseorang memiliki karakter yang baik, maka tentunya hal-hal di atas yang saya ungkapkan akan mereka perlihatkan dengan baik. Jika seseorang ingin menjadi lebih baik, maka tentunya harus berusaha membangun karakter yang baik juga, bukan?

Obrolan ini timbul karena keprihatinan saya dan merasa greget menyaksikan banyak kejadian di masyarakat yang membuat saya geleng-geleng kepala.

Foto credit: orchidenglish.com

Komentar (1)

Andy Sutioso
Same here... kalo kata orang jerman ora mudeng... cuman bisa geleng-geleng kepala...

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31