AES 1311 Marie Regal

Saya mengunyah siomay perlahan-lahan, berusaha menunggu hingga benar-benar lumat dan halus sebelum kemudian menelan. Saya harus sering makan dalam jumlah sedikit hingga kondisi tubuh membaik.
Sejak membuka mata tadi pagi saya sudah merasakan sekujur tubuh tidak nyaman. Sejak semalam saya sudah tahu bahwa ada kemungkinan saya akan jatuh sakit lagi. Iya, lagi. Entah sudah berapa kali saya jatuh sakit sejak pindah ke Bandung. Hampir semuanya karena masalah pencernaan, dan kali ini yang paling tidak nyaman. Sekujur tubuh saya sakit disertai rasa mual yang luar biasa. Perasaan tidak nyaman di sekitar ulu hati, membuat saya yakin apa yang sedang di derita. Ini bukan yang pertama kali, dan saya tidak ingat kapan yang terakhir kali. Sudah sangat lama sekali.
Saya mulai berpikir apa yang saya makan kemarin yang mentrigger ketidak nyamanan ini. Kopi kah? Bakso? Saya tidak tahu. Memang terakhir makan bakso saya murus-murus entah karena kebersihannya atau bahan pengawetnya, saya tidak tahu. Yang pasti saya tidak mau lagi ke sana. Kemarin bersama Nina dan seorang sahabat berburu bakso yang ada dorokdok dan potongan lobaknya. Itu salah satu bakso yang paling saya sukai, biasanya ada usus dan marusnya. Tau marus atau dideh? Itu adalah darah yang kemudian dikukus sehingga keras. Buat banyak orang, ini bukan makanan yang menarik, tapi buat saya yang pemakan segala, bisa dengan nikmat masuk ke dalam mulut. "Dasar rakus!" Kata Nina.
Memasak dengan darah juga sudah saya lakukan. Ada sejenis makanan ala Philipines yang diberi nama dinuguan, atau kalau suku Ilocano menamainya dengan Dinardaraan ini adalah potongan daging yang dimasak dengan darah. Darahnya biasanya diberi cuka sehingga tidak menjadi beku. Saya yang selalu tertarik akan makan makanan tradisional berbagai tempat, tentu tidak melewatkan. Mungkin jika di Indonesia mirip dengan makanan Manado, tinorangsak atau kalau ala Batak namanya saksang yang dimasak dengan mengunakan margota, atau darah. Terdengar barbar, memang. Tapi jangan menghakimi sebelum mencoba!
Eniwei, saya harus menunda semua kegiatan dan proyek-proyek saya karena kondisi tubuh yang tidak memungkinkan. Hari ini saya harus beristirahat. Sekujur tubuh dari kepala hingga kaki terasa tidak nyaman, dan daerah sekitar rongga dada yang paling menyusahkan. Aneh, sebab sudah sangat lama saya tidak mengalami ini. Dulu paling sering ketika saya di Hawaii ketika harus mengelola restoran. Stress merupakan menu setiap hari saat itu sehingga asam lambung saya selalu berlimpah dan sering sekali mengalami kejadian seperti ini. Di Colorado saya tidak banyak menghadapi stress, bahkan pekerjaan di sana merupakan pekerjaan termudah dan paling menyenangkan. Tapi di Bandung saat ini juga saya tidak banyak mengalami stress. Jadi kemungkinan besar makanan atau minuman. Kemarin memang saya menikmati kopi yang sangat kuat, atau mungkin saja bakso yag saya nikmati menggunakan bahan pengawet yang tubuh saya tidak bisa tolerir. Saya tidak tahu. Yang jelas saya harus istirahat, dan berteman dengan crackers atau marie Regal, disamping menjauh dari kopi, coklat, tomat, goreng-gorengan maupun yang pedas-pedas. Siomay yang saya sedang nikmati seharusnya enak, tapi harumnya membuat saya semakin mual, walau hanya dikukus, tetap saya harus kembali ke marie Regal. Ya saya harus terima nasib, mendengarkan keluhan tubuh dan istirahat.
Foto credit: marieregal.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31