AES 1312 Saya Saja Lah

Saya sudah siap untuk istirahat. Tubuh begitu lelah walau hampir tidak ada hal yang berarti yang saya kerjakan hari ini. Lebih banyak berbaring. Rasa tidak nyaman di sekitar bawah dada masih agak terasa walau tidak separah kemarin, mualpun mulai berkurang.
Sesorean saya ditemani Nina menyaksikan beberapa video tentang musim dingin di Massachusetts. Saya setengah berbaring di sofa yang bisa di-recline. Sangat nyaman dengan posisi seperti ini, tidak sepenuhnya berbaring, tapi juga bagian perut tidak terlipat sehingga tidak menganggu masalah pencernaan yang sedang saya hadapi.
Satu hal yang saya kemudian sadari adalah bahwa saya lebih senang menjadi yang sakit daripada Nina. Lucu ya? Tapi itu benar-benar saya rasakan hari ini. Saya merasa lebih bahagia ketika sakit daripada ketika merawat Nina yang sakit beberapa waktu lalu. Memperhatikan orang yang kita sayangi sakit itu lebih menyesakkan daripada perasaan ketika saya sendiri sedang sakit. Entah bagaimana orang lain, tapi saya memang begitu. Bayangkan rasa khawatir ketika 4 kali Nina harus berada di ruang operasi. Ketika dia di ICU, ketika saya harus membawa dia ke ER. Terus terang seringkali saya berdoa dan berharap bahwa rasa sakitnya diberikan ke tubuh saya daripada harus menyaksikan dia kesakitan.
Saya pernah membaca bahwa kasih sayang yang dialami oleh manusia itu berkembang dari waktu ke waktu. Kita semua mulai dari kecil sebagai mahluk yang self centered, terpusat pada diri sendiri, mementingkan diri karena pada waktu itu kita belum mengerti benar-benar keberadaan orang lain diluar pandangan diri sendiri. Kemudian sesudah mengalami perkembangan kognitif, pengertian tentang "saya" dan "orang lain" berkembang tapi baru pada taraf dimana kita mengerti bahwa orang lain memiliki kebutuhan yang sama dengan diri kita. Tahap selanjutnya yaitu mencintai orang lain baru kemudian berkembang.
Sangat menarik memikirkan tentang ini. Tapi semua itu juga masih tergantung dari lingkungan sekitar, terutama pendidikan di rumah, di dalam keluarga dan di sekolah dimana nilai-nilai yang mulia, yang terpuji, ditanamkan. Kepedulian kita pada orang lain dan mulai mementingkan kebutuhan orang lain tidak hanya terpaku pada diri sendiri juga mulai berkembang. Mungkin nilai-nilai yang tertanam dalam diri saya ini yang membuat saya lebih berbahagia ketika saya sakit daripada orang yang saya sayangi. Atau semata-mata karena rasa sayang? Mungkin bisa dua-duanya juga.
Foto credit: yourhappyplaceblog.com
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11