AES 1316 Finding Path

The only way for you to find your path is by walking. Ini kalimat yang hinggap dalam diri saya ketika matahari mulai naik. Cuaca kebetulan sangat lembab pagi ini bahkan tanah serta rerumputan masih basah karena sisa-sisa hujan tadi pagi. Sambil beranjak, saya mulai berpikir tentang menemukan jalan hidup. Sebuah pertanyaan besar, "Kapan saya tahu bahwa ini adalah jalan yang tepat untuk saya?"
Kalau teman-teman di Smipa berusaha memetakan hidup, berusaha menemukan bintangnya. Mereka semua sangat beruntung sebab kalau saya ingin jujur, seumur hidup saya tidak pernah merasa telah melakukan itu. Saya ingat di jaman SMA di sebuah kota kecil saya kebingungan karena tidak tahu akan kemana. SMA adalah masa suram saya, benci dengan sekolah dan merasa seperti menjadi orang yang terperangkap. Saya tidak bisa melihat masa depan, saya tidak bisa menembus kabut yang suram untuk melihat kemana arah yang harus saya ambil. Sangat buram, membuat frustrasi dan depresi.
Saya pernah menulis pada tanggal 3 September, 2022. Saya membahas tentang fate dan destiny, sengaja saya menggunakan istilah dalam bahasa Inggris karena kalau saya lihat, bahasa Indonesianya mirip-mirip, yaitu takdir walaupun sebetulnya pengertiannya berbeda. Dalam tulisan itu saya mengungkapkan bahwa setiap kejadian yang kita alami merupakan bagian dari sebuah rencana besar. Itu ide yang sangat luar biasa menarik. Bayangkan dengan pengalaman saya di jaman SMA tanpa tahu arah dan tujuan. Bayangkan sebuah perasaan terperangkap dan diambang keterpurukan. Saya berpendapat bahwa kampung itu tidak ada masa depan yang cerah untuk saya, teman-teman saya banyak yang terperangkap hingga sekarang. Tapi saya mau kemana? dan berbuat apa? Jika menggantungkan diri pada keluarga, saya tidak akan pernah bisa apa-apa. Jika kalimat "setiap persitiwa merupakan bagian dari sebuah master plan, sebuah rencana besar" hinggap pada pikiran saya saat itu, maka saya akan tertawa sinis. Itu sebuah omong kosong besar!
Saya tidak tahu arah, terperangkap dan tersesat, lost! Lalu ada satu hal yang membuat saya merasakan sebuah harapan. Hanya satu! Itu saya anggap sebagai sebuah tawaran menuju titik yang lebih cerah. Dan saya ambil. Saya tinggalkan keluarga dan memulai perantauan, perjalanan dan petualangan hidup saya sendirian. Satu perjalanan mengarahkan saya pada pilihan lain, pertualangan lain, dan begitu seterusnya hingga sekarang.
Apakah saya punya peta untuk mengarahkan tempat yang dituju? Tidak! Saya tidak pernah tahu tujuan akhir yang saya inginkan. Saya pernah punya cita-cita, tapi sepertinya jalan yang tersedia tidak pernah menuju ke sana, jadi saya singkirkan. Yang saya sadari adalah jika saya memberikan ruang yang cukup untuk diri sendiri agar bisa menghela napas dalam-dalam dan melihat lebih jelas, saya akan dapat merasakan mana yang benar dan berusaha menerima semua pengalaman yang ditawarkan oleh kehidupan. Jalan saya ada di mana-mana!
Dalam tulisan itu, saya mempertanyakan apakah kita dapat mengatur takdir, menentukan takdir. Jika seandainya takdir itu seperti matahari yang muncul di Timur dan ditakdirkan tenggelam di Barat, maka apa gunanya memetakan hidup? Apa gunanya mencari jalan yang tepat untuk dituju? Mungkin tidak ada gunanya memikirkan apakah hidup saya sudah ditakdirkan begini atau begitu, yang penting adalah bagaimana menjalaninya. Daripada mengibaratkan hidup seperti matahari, lebih baik menikmati keindahan fajar dan kedamaian senja.
Tidak semua orang mampu memetakan hidupnya atau menemukan tujuan hidupnya sejak awal. Saya salah satunya. Jika teman-teman telah menemukan itu, saya ucapkan selamat! Saya tidak seberuntung itu. Saya juga sudah berhenti berusaha menemukan my master plan. Memang berguna jika saya menduga-duga sesekali, tapi yang saya lakukan adalah melangkah, melihat arah yang kemungkinan akan menarik dan saya sukai. Karena satu-satunya cara menemukan arah yang tepat adalah dengan melangkah. Itu yang saya lakukan sejak jaman SMA. Karena saya percaya, mengutip ungkapan saya di tulisan tahun 2022 itu: It is not the the destination where we are heading, but the experiences we are treasuring! That is the point of living!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11