AtomicEssay

AES 1331 Buku, Investasi Untuk Masa Depan

joefeluspenulis arsip2

Saya duduk di lantai diantara beberapa meja. Tadinya saya tidak tahu meja-meja itu untuk apa hingga ada beberapa orang yang mulai menata buku, lalu ada seorang pria dari sebuah perusahaan percetakan juga menata buku.

"Oh, saya sepertinya duduk di tempat yang salah!" Kata saya dalam hati, tapi ketika menoleh ke sekeliling, sepertinya meja-meja dekat saya duduk belum akan disiapkan. Saya meneruskan bacaan dari sebuah buku yang sebetulnya sudah lama ingin saya baca. Saya lihat di halaman ke dua ada tulisan tangan: 16th Street, Denver. 25 Nov, 2019. Lalu saya pegang pembatas buku yang saya gunakan. Pembatas buku ini saya peroleh dari toko buku dimana buku ini saya beli. Kebiasaan lama, kalau bepergian saya senang membeli buku sebagai cinderamata. Lebih menarik dan lebih berguna daripada gantungan kunci atau gelas kaca yang kemudian teronggok disudut ruangan mengumpulkan debu atau malah menjadi penghuni doos yang tidak pernah dibuka selama bertahun-tahun.

Suasana sangat hening, enak sekali membaca buku bersama-sama seperti ini. Ada perasaan terkoneksi walau tanpa saling berkomunikasi.

"The cable broke. The cart dropped. It would have crushed Annie had Eddie not dived across the platform at the last instant and shoved her out of the way. Instead, the cart ended on Eddie. It took his life."

Saya mengalihkan mata dari buku sejenak. Imajinasi saya mulai bergerak dan mulai menciptakan sebuah fragmen ketika kabel kereta roller coaster putus dan hampir menghujam seorang anak perempuan yang kemudian diselamatkan oleh seorang tua petugas taman bermain yang malang itu. Seram sekaligus menyedihkan.

Daripada emosi saya terpengaruh buku yang dibaca ini, saya mengalihkan perhatian ke semua sudut. Entah ada berapa anak-anak dan orang dewasa yang saat ini sedang membaca. Ini sebuah kegiatan yang menurut saya sangat fenomenal. Belum pernah saya melihat orang beramai-ramai membaca bersama dimanapun, kecuali di rumah belajar ini.

Menurut saya buku adalah sebuah investasi yang sangat baik untuk masa depan. Silakan baca apa saja yang kita merasa tertarik, akan banyak yang dapat diperoleh darinya. Lihat saja para scholar, ilmuwan, sastrawan, bahkan orang biasa. Darimana mereka banyak memperoleh ilmu pengetahuan yang kemudian menjadi bagian dari hidup mereka? Dari buku, dari pengalaman dan dari belajar. Pengalaman bisa diperoleh langsung dengan mengalaminya, tapi juga dapat diperoleh dari buku. Semakin banyak kita membaca semakin banyak kita berkembang.

Buku memang mahal, tapi itu investasi. Suatu waktu nanti kita akan dapat menikmati hasilnya. Membaca memberikan inspirasi, membaca bisa membantu kita menjadi orang yang lebih visioner karena wawasan kita semakin luas.

Kadang kita sering berpikir dua kali untuk membeli sebuah buku. Alasannya sederhana " Paling nanti hanya dibaca sekali." atau "dia akan semakin besar dan buku-buku itu nanti akan ditelantarkan." Dan puluhan bahkan ratusan alasan lainnya. Tapi coba pikirkan ini: Pakaian, misalnya. Anak-anak tumbuh dengan cepat, apalagi pada usia dibawah lima tahun, mereka tumbuh seperti alang-alang! Sangat cepat. Kita kejar-kejaran membeli pakaian dengan pertumbuhan anak! Betul? Sepertinya kurang menghargai jika anak kita mengenakan celana yang panjangnya sebetis karena dia memakai pakaian untuk anak-anak 2 tahun yang lalu. Betul? Kalau kita rela terus menerus membeli pakaian yang seringkali hanya dikenakan sebentar, mengapa kita tidak rela membeli buku? Saya bisiki sebuah rahasia, Kano masih ingin memiliki beberapa buku yang sangat dia sayangi ketika masih SD! Sekarang dia sudah hampir berusia 20 tahun! Kenapa? Karena itu bukan hanya semata-mata buku, pada saat itu buku-buku kesayangannya adalah hidup dia!

Ya! Kita menawarkan kehidupan! Kita menawarkan fantasi, menawarkan imajinasi, menawarkan kreatifitas, dan menawarkan dunia melalui buku-buku! Itu adalah sebentuk investasi yang sangat luar biasa bagi masa depannya! Pakaian bisa terlupakan malah jadi lap pel, tapi buku selalu menjadi bagian dari hidup!

Foto credit: bookmarks.reviews

Komentar (1)

Mega

Tulisannya menyentuh sekali, a very nice writing.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1326 Membumi

Untuk pertama kalinya sejak saya pindah ke Bandung ikut beramai-ramai berdesak-desakkan di jalan raya pada rush hour mendekati jam kantor. Bisanya saya menghindari jam-jam ini karena enggan berurusan dengan keruwetan lalu lintas. Tapi karena sudah berjanji akan main ke Smipa dan mau nulis bareng, s…

joefelus10
AtomicEssay

AES 1325 Ba Zi & Sayur Asam

"Pa Jo, udah punya ide menulis? Gimana kalau saya tawarkan sebuah ide?" Tanya Kak @leoamurist "Wah mau dong." Kata saya yang dari tadi duduk di kolong kelas tapi hanya berputar-putar dengan pikiran dan ide tanpa mampu menulis apa-apa. Bahkan saya lebih banyak ngobrol dengan mbak @sanya. Saya menutu…

joefelus32
AtomicEssay

AES 1327 Order Out Of Chaos

Memasuki suatu ruang yang tidak saya kenal seringkali menciptakan sebuah perasaan gamang. Itu yang pertama kali saya rasakan ketika diajak oleh mbak @sanya ke longpus (kolong perpustakaan) untuk mencoba mandala. Pada awalnya saya kurang berminat, "Apa sih asyiknya memberi warna pada bidang simetrik…

joefelus30