AtomicEssay

AES 134 Peka yang percuma

leoamuristpenulis arsip2

Percuma peka kalau tidak tahu tindak lanjutnya apa, hanya jadi peracau pembanding teori dengan situasi kini tanpa mengalami.
Percuma peka kalau tidak tahu tindak lanjutnya apa, hanya jadi peracau pembanding pengalaman lalu dengan situasi kini tanpa mengaktualisasi.
Percuma peka dan tahu tiNdak lanjutnya kalau tidak dilakukan, hanya jadi penyuruh lepas tangan penuh pembelaan.

Peka adalah salah satunya soal posisi, di tengah yang bukan di depan dan di belakang.
Di depan adalah menjadi contoh, jelas tak memegang keadaan sekarang karena sibuk membuka jalan.
Di belakang adalah menjadi pendorong, jelas tak memegang keadaan sekarang karena  sibuk bergumam.
Peka berarti berada di posisi tengah, yang memegang satu bagian dari satu rangkaian respon keadaan sekarang.
Tanpa pelabelan.

Bukan peka kalau tidak menghidupinya, kurir pengantar narasi tugasnya.
Memang bisa tampak begitu menguasai, bahkan bisa jadi memang benar menguasai; narasinya.
Kepekaan pada narasi yang menceritakan keterlibatan tanpa terlibat, adalah kepekaan yang percuma juga jadinya.
Seperti penyorak yang bersungut-sungut, seperti pengarah gaya yang melipat-lipat kertas usang jadi uang-uangan.

Bukanlah peka kalau cuma peka. Percuma. Itu label saja jadinya, tanpa tindakan nyata di posisi tengah.
Penuh pengetahuan di posisi belakang juga percuma;
se-peka apapun kalau tidak tahu apa yang perlu dilakukan selain mengulang-ulang rekomendasi teori bacaan.
Penuh pengalaman di posisi depan juga percuma;
se-peka apapun kalau sudah tahu yang perlu dilakukan namun tidak dilaksanakan dengan pembelaan sudah pernah.

Kepekaan ada di telinga yang perlu terbuka untuk menerima, syaratnya adalah menutup mulut yang begitu gatal ingin bercerita. Karena saat mulut menganga tulang rahang menutup lubang telinga untuk mendengarkan.
Kepekaan ada di mata yang tertutup untuk menerima, syaratnya adalah membuka tangan untuk menerima beban kebaruan. Melepaskan genggaman kebiasaan usang berulang.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES198 Melampaui Diri

Tidak memaksa, tidak biasa. Tidak terpaksa, tidak bisa. Bisa karena biasa. Ohya, bisa di sini maksudnya mampu. Bukan racun. Ular berbisa itu ular beracun, bukan ular yang serba mampu. Kalau ular serba bisa, nanti ujungnya diminta kerjain semuanya. Dari mikirin, ngerjain, ngebenerin, sampe ngelapori…

leoamurist30
AtomicEssay

AES 160 Pars Pro Toto (5menit)

Untuk apa membuat kekhususan tindakan di jam tertentu? Kayak jam 3-5 pagi kalau mampu mulai merasa-rasakan kondisi badan dan dinamika yang ada dalam pikiran. Gausah beranjak bangun peregangan olahraga, gausah juga meditasi duduk sila. Merasa-rasakan saja. Nanti deket-deket jam 5 bisa lah membayangk…

leoamurist20
AtomicEssay

AES 149 Mood - (5menit)

Terlihat dari mimik muka dan gestur badan lah, mood itu. Kalaupun pengendalian dirinya meningkat dari sebelumnya sampai bisa mengendalikan mimik dan gestur badan dalam mengelola mood, aromanya tetap tercium. Tak perlu sampai aroma yang tercium, mimik muka yang terlihat saja sudah cukup untuk menjad…

leoamurist50