AES 1373 Easy Listening

"Easy listening itu maksudnya apa sih?" Tanya Nina ketika saya mengganti lagu-lagu yang sedang kami mainkan siang ini dengan musik populer tahun 80-90an.
Saya langsung mencari tahu sebab walau saya dapat menduga, mungkin akan lebih baik jika saya menemukan istilah yang lebih akurat.
"Popular vocal and instrumental music that is generally pleasing and that is sometimes considered to be lacking in substance." Kata saya membacakan definisi dari kamus Merriam-Webster. Jadi maksudnya lagu-lagu populer yang umumnya memberikan rasa senang walau kadang kala dianggap kurang berbobot. Kurang lebih begitu. Mungkin seperti lagu-lagu cengeng nya Obbie Messakh atau Rinto Harahap jaman kita remaja, kata saya sambil tertawa-tawa.
"Kok tau Obbie Messakh sih?" Tanya Nina sambil tertawa-tawa.
Saya tidak menjawab sebab sebenarnya saya hanya tahu nama dan sering disebut-sebut jika mendengar lagu-lagu cengeng yang jaman dulu sering dijadikan bahan gurauan dikalangan teman-teman. Apalagi jaman mahasiswa, saya dan teman-teman ingin dicap sebagai para pemuda yang "keren" karena menjadi penggemar level 42, David Benoit, Earl Klugh, Eric Marrienthal, Chick Corea, Lee Ritenour, atau spyro Gyra, dan lain-lain. Waktu itu kami merasa gengsi jika mendengar lagu-lagu populer Hetty Koes Endang, Yopie Latul, atau Elfa's Singers walau kadang lagu-lagu mereka juga lumayan keren aransemennya. Maklumlah peer pressure pada saat itu sangat kuat bagi anak-anak muda yang sedang mencari identitas diri apalagi ketika ingin dicap sebagai kelompok keren!
Musik memang dapat mengubah mood. Itu kami ketahui. Jadi walau ingin diberi label keren karena mengidentikkan diri dengan kelompok jazz dan fussion jazz, kadang jika hanya sendirian atau berdua tidak segerombolan kami juga senang mendengarkan lagu-lagunya populer pada jaman itu seperti misalnya Lionel Richi, Chicago, Earth Wind and Fire, David Foster dan lain-lain. Dan ternyata musik-musik mereka telah menemani kami melewati masa remaja hingga dewasa. Nah, musik-musik begini yang bagi saya menjadi semacam easy listening karena identik dengan mood pada masa-masa itu, seru untuk dinikmati seperti jalan-jalan ke masa lalu.
Foto credit: beautynesia.id
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11