AtomicEssay

AES 1375 Dreamy

joefeluspenulis arsip2

I was a stranger in the city
Out of town were the people I knew
I had that feeling of self-pity
What to do, what to do, what to do
The outlook was decidedly blue

But as I walked through the foggy streets alone
It turned out to be the luckiest day I've known

Suara Ella Fitzgerald berkumandang di seantero ruangan rumah. Nina dan saya duduk berdiam diri di depan komputer masing-masing. Saya terus menikmati lagu Foggy Day yang mengalun dengan lembut membelai seluruh indera pendengaran saya dan menyusup ke dalam lubuk hati. Di luar matahari sepertinya tertutup awan, saya lebih suka begitu, tidak terlalu panas.

Saya hirup kopi yang sudah kehilangan kehangatannya karena didiamkan sekian lama. Merenung, memikirkan apa yang akan saya tulis hari ini. Akhir-akhir ini memang saya sedang kesulitan menulis. Tidak pernah ada ide yang bagus, hanya sekedar menuliskan apa yang saya rasakan atau pikirkan, terlalu sederhana dan tidak berisi.

Di halaman belakang saya perhatikan Wingpod purslane atau Portulaca Umbraticola, tanaman perdu yang berbunga berbagai warna, ada merah, oranye, pink dan kuning. Senang sekali memperhatikannya diantara bunga jengger ayam (Celocia Argentea) yang beberapa hari lalu berbunga merah menyala, persis seperti jengger mahkota ayam jantan. Saya punya juga petunia yang berwarna ungu, dan lavender, sayangnya bunga mereka kurang lebat. Seandainya saja saya bisa menanan Salvia, Catmint atau Speedwell yang berwarna ungu tua, akan terlihat sangat indah seperti musim semi. Entah apakah 3 bunga terakhir ini dapat tumbuh di daerah tropis. Saya berusaha menanam bunga liar dari colorado pun sangat lambat tumbuhnya. Tunasnya sudah 3 bulan tumbuh tapi belum mencapai 10cm. Kemungkinan mereka tidak akan selamat. Mengurus kebun itu benar-benar seperti membesarkan anak. saya sudah pernah menulis tentang itu. Berusaha menterjemahkan tanda-tanda yang diberikan tanaman-tanamn itu sebagai bentuk komunikasi agar dapat merawat mereka sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Suara Nat King Cole kemudian mengalun menyanyikan Autmn Leaves. saya memejamkan mata. Hari ini benar-benar terasa sunyi setelah beberapa hari terakhir, di hari raya dan selama bulan Ramadhan agak gegap gepita di daerah saya. Mungkin para tetangga sedang menikmati keramaian kota Bandung, mengantar sanak saudara yang datang mengunjungi lalu keluar menikmati tempat-tempat wisata. Saya terbalik, lebih suka diam di rumah menikmati ketenangan. Saya sudah hampir berhasil menciptakan sebuah sanctuary yang akan menjadi tempat saya merenung, berdiam diri dan menjalani hari-hari. Proyek terakhir sudah 75% selesai, tertunda hari raya. Sesudah itu mudah-mudahan selesai.

Autum Leaves kali ini berkumandang, hanya dengan dentingan piano yang dimainkan oleh Vince Guaraldi. Indah sekali dan semakin menciptakan suasana yang dreamy. Suasana yang menyejukkan, menyenangkan, tenang dan damai. Sulit menjabarkannya dalam bahasa Indonesia. Bayangkan saja tempat yang begitu sejuk, nyaman, dan sunyi serta dinikmati dengan suasana hati yang nikmat seolah-olah di alam mimpi, jauh dari hiruk-pikuk dan keruwetan dunia. Begitu kira-kira, hampir tidak nyata. Ini adalah pagi yang sangat ideal untuk saya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31