AES 1389 Poor Choices

"I wore a Trump hat to a doctor's visit. The doctor made a strange comment, he was obviously on the opposite political point that made me uncomfortable. What shall I do on my next visit?" Buka seseorang dalam sebuah diskusi.
Seperti biasa di pagi hari saya membaca sesuatu. Kali ini ada yang seru muncul di quora, sebuah media untuk diskusi tentang segala hal. Ada politik, kesehatan dan lain-lain. Saya ikut media ini karena membutuhkan masukan dalam hal kegiatan kebugaran. Dulu saya tukang nyontek dan melakukan kecurangan ketika akan pergi ke gym agar tahu template apa yang akan saya hadapi. Jika terlalu inten minimal saya tahu strategi apa yang akan saya lakukan. Itu memang "kecurangan" saya hahaha.. Tapi kadang memang muncul diskusi-diskusi lain dan kadang jika menarik saya buka. Pagi ini saya penasaran ingin melihat reaksi orang lain ketika ada yang membuka topik tentang atribut politik.
"People who don't want to elicit a reaction, don't wear the equivalent of a sandwich board out in public." Kata salah seseorang yang menanggapi. Kalau dalam bahasa sehari-hari di Bandung, mungkin reaksi ini mirip dengan ini:" Jangan cari gar-gara kalau tidak mau menghadapi risikonya!" Terdengar sangat kasar, tapi tepat sasaran. Tindakan kita di masyarakat, sesederhana apapun selalu mendapat reaksi. Sama ketika kita mengebaskan tangan, walau seringkali tidak terlihat, tapi ada reaksi dari sekelilingnya. Coba saja mendekati tirai dan kita mengebaskan tangan tanpa menyentuh apa-apa, ada energi yang diakibatkan pergerakan tangan kita lalu menimbulkan reaksi lain higga akhirnya tirai bergerak walaupun tidak tersentuh. Itu salah satu ilustrasinya. Demikian pula halnya dengan kehidupan di masyarakat. Kita mengenakan pakaian dengan warna hijau dangdut misalnya hahaha, pasti nanti ada yang bereaksi! Warna saja sudah dapat memberikan efek tertentu, apalagi misalnya ucapan, tingkah laku maupun atribut. Saya yakin itu yang dilakukan pekerja di jalan raya dengan menggunakan rompi berwarna terang sehingga semua orang dapat melihat dari jauh dan lebih berhati-hati, demikian juga pakaian para pencinta alam, berwarna oranye, kuning atau merah sehingga mudah terlihat dan dikenali.
"It's not up to us to make you feel good about your poor choices." Kata orang lain. Hahaha.. Jelas terlihat bukan, bahwa masyarakat sangat judmental, masyarakat mudah menghakimi. Tapi memang benar bahwa bukan tanggungjawab orang lain untuk membuat kita merasa nyaman, terutama ketika kita membuat kesalahan atau membuat pilihan yang tidak tepat. Ini mungkin perlu kita semua camkan baik-baik.
Manusia adalah mahluk sosial, kita tidak dapat hidup sendirian dan selalu membutuhkan orang lain agar dapat berfungsi dengan normal. Untuk itu manusia menciptakan kaidah, aturan dan perangkat-perangkat yang dapat setidak-tidaknya menjamin keharmonisan dalam berhubungan satu sama lain. Nah karena begitu rentan dan sensitifnya relasi antar manusia, sedikit pergerakan akan mempengaruhi yang lain. Itu baru dalam hal tingkah laku, belum aspek aspek lain.
Lihat saja keputusan politik yang dilakukan Amerika saat ini. Pergolakan terjadi dimana-mana, aksi dibalas dengan reaksi, tidak tanggung-tanggung hampir di seluruh dunia. Semua orang berusaha berbicara dan mengungkapkan pendapatnya. Demonstrasi terjadi di ratusan tempat di semua states di Amerika. Entah nanti akan bagaimana sebab semuanya serba tidak menentu bahkan pasar saham masih terjun bebas hingga sekarang hingga jeblok ribuan points. Tagar FAFO (F* around Found Out) menjadi sangat populer karena semua lapisan bereaksi atas keputusan yang buruk yang sudah dilakukan masyarakat sehingga akhirnya menciptakan situasi yang seru untuk disaksikan tapi miris untuk dijalakan. FAFO sebetulnya jika di-Indonesiakan secara kasar dan gamblang berarti "Rasain lo!" atau orang lain bisa berkata,"I told you!"
Intinya, kita tidak bisa mengendalikan reaksi orang lain, segala tanggung jawab dalam kehidupan kita adalah tanggungjawab kita sendiri. Segala bentuk keputusan, aksi dan tindakan akan selalu mengundang reaksi. Sesederhana apapun pasti ada reaksinya meskipun kasat mata pasti ada. Jadi ya memang kita harus selalu berhati-hati dalam segala hal. Tapi ada satu hal yang seru: "Poor choices make good stories!" Hahahahaha
Foto credit: thebiblespeakstoyou.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31