AES

AES 14 Kekuasaan

Antonio Milopenulis arsip2

Melihat di jaman sekarang banyak orang yang sangat ingin memiliki kekuasaan. Karena semakin besar kekuasaannya maka akan semakin terpandang dan di hormati. Kekuasaan seharusnya di pergunakan untuk hal yang baik. Membantu rakyat, memperketat peraturan atau hak asasi manusia. Mendorong komunitas dan menjaring rakyat untuk memperbaiki kualitas pendidikan, lingkungan hidup dan ilmu pengetahuan akan teknologi. Namun semua hal itu kemana? Mengapa hanya sebagian kecil yang mengerjakan lalu mungkin setengah populasi orang pemegang kekuasaan baru mendengar atau sekedar tahu dan sebagian besar populasi pemegang kekuasaan hanya tinggal diam dan mementingkan dirinya sendiri.

Sudah memegang kekuasaan kecil ataupun besar, tidak memandang dan mementingkan rakyat lalu mempergunakaan kekuasaan tersebut sebagai ancaman bagi orang lain. Contoh "awas lu bapak gw polisi", "orang tua gw anggota DPR lu siapa". Berbagai kalimat semacam itu sangat mengganggu, selain terlihat mengancam namun itu adalah bentuk kearoganan orang, keangkuhan yang begitu besar seakan tiada takutnya dan memedulikan orang lain. Kekuasaan yang sangat mudah disalahgunakan dan di gunakan sebagai alat penyogokan. Membuat negara yang didasari pancasila dan UUD 1945 mudah di suap. Segala hal akan terlihat mudah dengan uang dan kekuasaan. Bisa melakukan segala hal yang kita inginkan demi memperebutkan keinginan tanpa mementingkan hak orang lain. 

Bisa dilihat betapa banyak orang yang ingin mendapatkan kekuasaan di kursi DPR sebagai "Dewan Perwakilan Rakyat". Dengan pencitraan ingin membangun negara dan membantu rakyat, yang sebenarnya adalah uang yang begitu meilmpah, celah untuk korupsi, mendapatkan harta kekuasaan yang begitu besar dan menjadi orang yang terpandang. Dahulu DPR di pilih oleh rakyat dan untuk rakyat namun sekarang kursi DPR bisa di beli dengan cara membangun partai dan komunitas partai dengan uang bukan wawasan, membuat sebuah kampanye memberikan uang pada rakyat agar "terlihat" berguna dan membantu. Sudah tidak asing lagi di temukan kejadian seperti ini, mungkin bukan hanya di negara yang didasari UUD 1945 ini namun di negara lain juga ada tapi yang membedakan adalah TINDAK LANJUTNYA. Sampai kapan kasus korupsi bisa hilang, kasus suap, kasus pengiriman dan penerimaan barang gelap atau ilegal. Mengapa demikian, kasus korupsi yang begitu banyak terdapat pada orang yang memberantas korupsi yaitu KPK. Suap menyuap menjadi hal yang lumrah dari jaman penjajahan. Mendapatkan jalur pemerintah melalui uang dan benda berharga yang di berikan kepada sang pemegang kekuasaan agar yang memberi di berikan kemudahaan. 

Pembahasaan politik yang begitu luas dan besar namun kali ini berfokuskan pada kekuasaan. Kekuasaan bisa saja membunuh orang lain tanpa rasa takut dan kasihan, rasa kemanusiaan yang sudah lenyap dari orang tersebut hanya karena kekecewaan yang ia sesali ia tangisi dan malah merengut 1 nyawa dari sesama benteng negara. Bukan berarti tidak mungkin amarah yang terpendam itu meluap dan meledak namun ada cara lain agar itu bisa terbalaskan atau bahkan di balas oleh yang mahakuasa. Disini juga iman terlihat, betapa pentingnya iman dalam diri kita, pentingnya ibadah agar bisa memegang teguh pilar pilar kemanusiaan yang telah di ajarkan oleh YME. 

Komentar (2)

Andy Sutioso

Tulisan yg bagus, Milo.

Antonio Milo

Terimakasih kak Andy

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES887 Berkata Cukup

Sejak beberapa hari lalu, kita dihadapkan dengan kejadian yang mengiris perasaan. Ratusan korban jiwa akibat banjir, ribuan rumah, kerusakan tak terhitung akibat banjir besar di Sumatera. Detailnya tidak perlu dituliskan di sini, skalanya tidak terbayangkan. Mengingat bencana tsunami yang pernah me…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES861 Menyempitnya Ruang Sakral Kehidupan

Hmm, tetiba terlintas untuk menulis tentang ini. Gegara Sabtu lalu saya menghadiri pernikahan anak teman SMA saya. Upacaranya bagus banget, khidmat, khotbahnya menarik dan banyak mengajak refleksi diri terhadap proses saya berkeluarga selama ini. Khidmat, sakral, itu yang terasa, didukung oleh lagu…

Andy Sutioso20