AES 1403 Keramahtamahan
Keramahtamahan atau lebih sering disebut hospitality merupakan prinsip dasar dari banyak budaya dan usaha bisnis. Kebahagiaan dan kesenangan di sisi lain merupakan aspek fundametal dari interaksi antar manusia. Keduanya seringkali saling berkaitan. Keramahtamahan melibatkan cara untuk menciptakan suasana penyambutan, yang welcoming dan juga membuat orang lain nyaman. Nah, ketika orang-orang yang kita sambut merasa nyaman dan senang, sebetulnya merupakan gabungan tau keterkaitan antara dua hal yang saya sebutkan di atas.
Kenapa saya ujug-ujug ngobrol tentang kebahagiaan dan hospitality? Karena terus terang itu yang sedang Nina dan saya lakukan selama beberapa minggu terakhir ini. Memang kedtangan Kano dan teman-temannya masih lama, masih hampr 2 bulan lagi akan berkunjung, tapi kunjungan singkat mereka ini ingin kami jadikan sebagai sebuah tantangan. Masa sih mereka kita sambut asal-asalan saja? Sebagian besar dari mereka merupakan kunjungan pertama kali ke Indonesia. Nina dan saya ingin kunjungan mereka menjadi sebuah kunjungan dengan pengalaman yang sangat mengesankan.
Saya yang orang Indonesia saja belum pernah misalnya duduk makan malam sambil menyaksikan sendratari ramayana, atau duduk menikmati tari Kecak di Bali. Nah justru pengalaman itu yang ingin kami sajikan, sekalian saya juga nebeng untuk ikut menikmati kekayaan budaya Indonesia.
Namanya keramahtamahan, masa kami hanya menyuguhkan kemacetan kota Bandung? Memang serba salah, banyak sekali tempat yang bisa kami tawarkan untuk wisata di Bandung, tapi dengan kondisi lalulintas yang seperti ini, sementara itu waktu kunjungan juga sangat terbatas, Nina dan saya jadi pusing tujuh keliling. Lihat saja berapa banyak tepat menarik seputar Ciwidey, misalnya. Alangkah serunya bisa mengajak mereka menikmati berbagai pemandangan menarik di Pangalengan, atau mengagumi perkebunan teh smbil menikmati kudapan tradisional. Tapi apakah itu semua mungkin mengingat akses menuju tempat-tempat indah itu sangat terbatas. Ingin menyambut tamu-tamu dengan cara istimewa dan membuat mereka gembira dan nyaman, ingin menawarkan berbagai budaya sebanyak-banyaknya dan keistimewaan alam tanah air, memperkenalkan berbagai kekayaan keberagaman Indonesia, tapi juga harus memperhitungkan berbagai kendala dan juga keterbatasan waktu ternyata sangat sulit.
Tidak heran jika ada banyak kursus bahkan pendidikan yang mengangkat bisnis keramah-tamahan ini. Dulu ketika di Hawaii saya mengambil beberapa semester kelas hospitality, ternyata dalam menerapkannya tidak semudah yang saya pelajari secara teoritis. Untungnya saya punya banyak teman yang berkecimpung dalam bidang ini sehingga kami mau tidak mau demi alasan praktis menghubungi mereka. Ya mudah-mudahan saja semua nanyi berjalan dengan lancar.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31