AtomicEssay

AES 142 Iya, aku paham

leoamuristpenulis arsip2

Ketika kaki terjepit pijakan motor sendiri dengan pijakan motor orang lain di sebelah, saat sedang berusaha mengeluarkan motor dari parkiran. Tepat di bagian tulang kering, rasanya sungguh tak terlupakan. Bahkan terngiang sampai sepuluh tahun ke depan.

Kemudian di dekade selanjutnya melihat seorang pemuda yang kejepit kakinya, di antara pijakan kaki motornya dan motor sebelahnya saat ia sedang berusaha mengeluarkan motornya dari parkiran. Kita dengan sombongnya bilang, “Aku paham.” Sungguh seorang tua yang kurang bijaksana.

Tidak! Kita tidak pernah paham dan tidak akan pernah bisa paham. Mencocokan saja bisanya, seperti mencucukan sedotan ke tutup plastik minuman boba kemudian menariknya keluar lalu mencucukannya lagi di lubang yang sama. Dengan sombong dan naifnya kita bilang  kedua hal itu sama.

Tidak! Tidak sama. Phanta rei, semuanya mengalir. Itu sudah bukan sedotan yang sama, itu bukan lubang yang sama, itu bukan boba yang sama, dan itu bukan tutup plastik yang sama. Bedanya setengah detik, bahkan beda setengah nano detik, beda. Setengah pikodetik pun, berbeda.

Jadi, frasa aku paham yang sering kita celetukan. Berdasarkan pemahaman akan ketidak pernah bisa pahaman, atau berdasarkan pengabaian? Karena pada jeda inilah kesadaran berada, bukan pada perkataan kesadaran diri adalah kunci, bukan juga pada celetukan iya aku paham, iya aku mengerti yang formatif dan habitual.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES198 Melampaui Diri

Tidak memaksa, tidak biasa. Tidak terpaksa, tidak bisa. Bisa karena biasa. Ohya, bisa di sini maksudnya mampu. Bukan racun. Ular berbisa itu ular beracun, bukan ular yang serba mampu. Kalau ular serba bisa, nanti ujungnya diminta kerjain semuanya. Dari mikirin, ngerjain, ngebenerin, sampe ngelapori…

leoamurist30
AtomicEssay

AES 160 Pars Pro Toto (5menit)

Untuk apa membuat kekhususan tindakan di jam tertentu? Kayak jam 3-5 pagi kalau mampu mulai merasa-rasakan kondisi badan dan dinamika yang ada dalam pikiran. Gausah beranjak bangun peregangan olahraga, gausah juga meditasi duduk sila. Merasa-rasakan saja. Nanti deket-deket jam 5 bisa lah membayangk…

leoamurist20
AtomicEssay

AES 149 Mood - (5menit)

Terlihat dari mimik muka dan gestur badan lah, mood itu. Kalaupun pengendalian dirinya meningkat dari sebelumnya sampai bisa mengendalikan mimik dan gestur badan dalam mengelola mood, aromanya tetap tercium. Tak perlu sampai aroma yang tercium, mimik muka yang terlihat saja sudah cukup untuk menjad…

leoamurist50