AtomicEssay

AES 1434 Coffee & Croissant

joefeluspenulis arsip2

Saya tersentak hingga hampir tersedak ketika sadar bahwa sudah melupakan sesuatu. Secangkir cappuccino dan sebuah butter croissant ditambah hampir tidak tidur semalaman membuat saya benar-benar terlupa. Melihat kudapan dan minuman favorit sering membuat saya lupa diri. Selalu begitu, jadi begitu melihat langsung lupa akan kewajiban mengkonsumsi obat 1 jam sebelum makan. Saya sangat lelah dan mengantuk. Entah sudah berapa kali menguap.

"I forgot my meds." Kata saya.

Sudah terlanjur sebab saat ini saya sedang menikmati secangkir kopi dan mengunyah croissant. Obat yang harus saya konsumsi setiap hari seharusnya ketika perut benar-benar kosong dan tidak boleh makan hingga minimal 1 jam sesudah obat itu, kalau tidak maka obat itu sama sekali tidak efektif. Kemarin saya juga lupa, jadi 2 hari ini saya tidak mengkonsumsi obat sama sekali. Mudah-mudahan tidak berakibat serius.

Saya menguap lagi. Rasa kantuk luar biasa hampir saja tidak tertahankan. Pukul 1:20 tengah malam tadi saya sudah berada di dalam shuttle menuju bandara. Butuh waktu setidak-tidaknya 3 jam dari Bandung. Untung saja sahabat-sahabat terbaik menyertai hingga ke tempat shuttle. Mereka adalah sahabat terbaik saya, bahkan seringkali melebihi keluarga sesungguhnya. Saya luar biasa beruntung memiliki sahabat-sahabat seperti ini.

Bandara bukan tempat yang menyenangkan bagi saya. Memang seringkali bandara sangat identik dengan liburan. Tapi bayangkan berapa waktu yang telat terbuang hanya untuk sebuah penerbangan yang sangat pendek. Seperti kali ini, saya sudah bersiap sejak 9 jam yang lalu, sekarang masih harus menunggu 1 jam lagi, sesudah itu transit dan terbang lagi. Sekitar 13 jam saya habiskan untuk perjalanan menuju tempat tujuan, padahal penerbangan sendiri hanya sekitar 3 jam. Urusan efisiensi memang sangat rendah jika berbicara soal penerbangan.

Saya sering berpergian, terutama ketika sedang berada di rantau. Menghabiskan malam di Bandara sudah sering saya lakukan apalagi ketika dulu masih jauh lebih belia. Sekarang tubuh saya sudah mulai sulit menerima siksaan semacam ini. Dulu malah saya pernah tidur di lantai bandara berbantalkan ransel. Sekarang sudah tidak mampu melakukan itu, jadi mau tidak mau duduk di cafe, untung ada cappuccino dan croissant menemani saya yang sudah tidak sabar ingin berjumpa lagi dengan anak semata wayang.

Foto credit: unsplash.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31