AES 1452 Long And Winding Road

Kepergian seseorang, entah itu orang yang dikenal atau tidak, seringkali mengajak kita untuk merefleksikan betapa kehidupan itu begitu rapuh. Kematian adalah suatu pengalaman universal yang setiap orang akan alami. Dalam perjalananan menuju akhir bahkan ketika kita mengenang mereka yang sudah pergi, semuanya tidak lepas dari berbagi takdir sebagai sebuah koneksi fundamental antar manusia yang mengubungkan satu sama lain.
Lihat saja pengalaman saya semalam yang tentunya dialami juga oleh teman-teman yang hadir di tempat duka. Kita merasa sebagai sebuah keluarga besar, walau diantaranya saya sudah tidak pernah berjumpa selama lebih dari 20 tahun, saya merasa kembali disatukan sebagai sebuah unity yang berbagi rasa yang sama, saling meneguhkan dan berusaha menyembuhkan dengan bentuk hiburan dan pelukan.
The long and winding road
That leads to your door
Will never disappear
I've seen that road before
It always leads me here
Lead me to you door
The wild and windy night
That the rain washed away
Has left a pool of tears
Crying for the day
Why leave me standing here?
Let me know the way
Lirik lagu jadul di atas sedikit menggambarkan metafor kehidupan dimana kita semua menjalani sebuah kehidupan yang kompleks dengan berbagai tantangan dan liku-liku yang seringkali tidak dapat ditebak, penuh dengan ketidakpastian dan rintangan.
Tapi metafor itu menunjukkan kesendirian, berbeda dengan pengalaman saya semalam ketika kami semua merasa erat sebagai sebuah keluarga yang saling berbagi rasa sakit, kesedihan, dan empati. Ya, kedukaan itu menyatukan. Lihat saja ketika bapak Paus beberapa waktu lalu berpulang, umat manusia seluruh dunia berkabung. Masyarakat yang berdekatan dengan basilika berkumpul dan berbagi rasa duka, saling menghibur dan menguatkan. Kedukaan menyatukan.
Kepergian seseorang menyatukan dengan melepaskan perbedaan, menantang kita untuk memfokuskan diri terutama pada kemanusiaan dan rasa kehilangan. Pada saat yang sama kita dihadapkan pada situasi serupa yang tidak dapat dihindari, yaitu rasa sedih dan kehilangan dengan sesaat konflik kehidupan kita tanggalkan. Namun sebaliknya hidup justru memisahkan kita karena pengalaman yang berbeda, tujuan yang tidak sama, kondisi individu yang unik yang tidak jarang mengakibatkan gesekan dan konflik. Ya, hidup itu seperti sebuah jalan yang panjang dan berliku-liku. Life is a long and winding road!
Foto credit: beatlessongwriting.blogspot.com
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
