AES 146 Formula & Format - (4 menit)

Seringkali kita mengoceh soal formula padahal yang kita inginkan sesungguhnya adalah format.
Seperti kita mengoceh soal kepatuTan padahal yang kita inginkan sesungguhnya adalah kepatuHan.
Bukan membual niatnya, hanya kurang mengerti saja perbedaan keduanya.
Jadi membual rasanya, hanya karena yang dikatakan berbeda dengan yang dimintakan.
Semakin panjang penjelasan, semakin banyak kesalah pahaman.
Semakin banyak pemaparan, semakin kental aroma pembenaran.
Formula adalah susunan, format adalah bentukan.
Berorientasi pada susunan, berarti langkahnya adalah menyusun.
Diperlukan pemahaman mengenai bentukan, dengan tindakan menerima bentuk awal.
Melakukan ini berarti menemukan formula terbaik.
Berorientasi pada bentuk, berarti langkahnya adalah membentuk.
Diperlukan pemahaman mengenai bentukan, dengan tindakan menolak bentuk awal.
Melakukan ini berarti mencari format terbaik.
Tampaknya, pemahaman mengenai bentukan itu seperti jalan bercabang.
Satu kepada penemuan formula, yang menyusun dari ada apanya.
Satu kepada pencarian format, yang membentuk dari apa adanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

