AES 1461 Yakutia

Kita seringkali lupa bersyukur bahwa telah diberi anugerah yang luar biasa setiap harinya. Mungkin itu adalah salah satu kesalahan dari kerja otak karena katanya menurut para ahli, by default, otak kita memang lebih terfokus pada hal-hal negatif. Itu kata para ahli, saya yang awam ya percaya saja apalagi jika saya perhatikan dengan sungguh-sungguh memang sepertinya begitu.
Ambil contoh saja ketika kita mengemudi di jalan raya, begitu ada kemacetan kita langsung mengeluh dan lupa memperhatikan banyak hal-hal positif lainnya seperti bahwa jalan yang kita lalui tidak berlubang, mulus, ada lampu lalu lintas yang berfungsi normal, cuaca sangat baik, ada musik yang indah sedang didengarkan, dan lain-lain. Banyak hal yang baik lenyap begitu saja seketika kita melihat kemacetan.
Semalam saya menyaksikan filem dokumenter tentang sebuah daerah di Siberia dimana dikenal sebagai tempat pemukiman terdingin di dunia, Republik Shaka atau Yakutia yang merupakan bagian dari Rusia. Musim dingin mereka katanya sampai 6 bulan. Dari Oktober hingga April tapi suhu dibawah nol yang mereka alami bisa mencapai 8 bulan dalam setahun, kadang malah mencapai hampir -70°C. Tidak terbayangkan bagaimana dinginnya.
Suhu terdingin yang pernah saya alami adalah -31°C dan saya menghabiskan waktu di dalam rumah karena jika berada di luar akan sangat berbahaya. Saya pernah berjalan kaki ke kantor ketika suhu -24°C dan itu sangat menyengsarakan. Seluruh permukaan kulit yang tidak tertutup seperti sebagian wajah seolah-olah ditusuk-tusuk rasanya. Setelah sekian menit hidung saya mati rasa ketika disentuh. Wajah terasa sakit dan udara dari hidung yang keluar karena bernapas berubah menjadi es, bulu mata menjadi kaku dan sebagainya. Bukan saat yang menyenangkan. Nah itu kurang dari setengah suhu dingin di Siberia. Mangkanya saya katakan tidak terbayangkan bagaimana dinginnya.
Masyarakat di sana ketika musim dingin hanya mandi seminggu sekali karena tidak ada air. Butuh waktu betjam-jam untuk mencairkan es hingga menjadi air untuk mandi. Kamar mandi mereka di luar rumah karena percuma pipa-pipa air pasti membeku, tidak ada air kran yang bisa mengalir di sana. Air minum pun dibuat dari es balok yang mereka ambil dari sungai ketika suhu memungkinkan, lalu ditumpuk di dalam rumah dan tidak pernah mencair hingga saat dengan sengaja dicairkan.
Mereka jarang makan sayuran karena sayuran tidak bisa tumbuh. Sesekali mereka membeli sayuran beku seperti wortel misalnya. Yang mereka makan adalah ikan dari hasil memancing diatas es dan daging. Ikan yang mereka konsumsi dapat berbentuk yang sudah dimasak, dibuat sup atau bahkan dimakan mentah. Ada tradisi yang dilakukan di akhir musim panas ketika selruh penduduk kota berbondong-bondong ke danau atau sungai untuk memancing. Yang disebut memancing adalah dengan membuat lubang lalu menurunkan jala yang kemudian ditarik dari berbagai arah melalui lubang-lubang kecil. Bagi saya ini cara yang membingungkan sebab jala itu ada di bawah lapisan es. Dan memang hasilnya berkarung-karung, lalu dibagikan sama rata untuk seluruh penduduk yang berpartisipasi. Mereka juga suka "memancing" dengan membuat lubang di es lalu menggunakan jaring kecil yang dipasang pada sebuah tongkat, seperti serok. Begitu dapat ikan diangkat dan ditaruh diatas es dalam ukuran detik ikan itu langsung membeku karena udara begitu dingin.
Nah, semalam saya diingatlan bahwa yang saya alami setiap hari adalah anugerah luar biasa. Saya bisa makan sayur kapanpun saya mau, buah buahan berlimpah dan saya bisa mandi minimal 2 kali sehari tanpa harus menunggu selama 5 jam hingga es mencair. Saya bisa menikmati hangatnya matahari setiap hari sementara masyarakat di Yakutia di musim dingin kegelapan bisa mencapai 20 jam dan matahari hanya muncul sebentar saja. Nah, jika demikian, bukankah seharusnya kita lebih banyak bersyukur?
Foto credit: Youtube
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11