AtomicEssay

AES 1471 Tidak Menyesal

joefeluspenulis arsip2

"You need to loosen up a bit. Remember your high blood pressure."

"I know. It's actually tiring thinking about serious things too much."

"114/79! Not bad." Kata saya dalam hati ketika melihat jam tangan yang baru saja selesai mengukur tekanan darah saya sambil terus membereskan beberapa berkas dan foto-foto yang tercecer dimana-mana.

"Selain Michigan sama CSU, kamu tuh diterima dimana lagi sih?" Tanya saya iseng.

"Ga tau." Jawab Nina pendek.

Saya lirik televisi yang sedang memutar pertandingan football antara Pitsburg Steeler melawan New England Patriot. Pitsburg sepertinya akan menang dan terlihat Patriot begitu kewalahan. Memang team ini setelah ditinggal pensiun quarterbacknya, Tom Brady, tidak pernah kembali lagi seperti masa-masa jaya sebelumnya.

"Kalo Pistburg, kamu diterima?" Tanya saya lagi.

"Kita ga pernah tau karena sesudah aku mmilih CSU semuanya dibatalin. MIchigan keburu kasih pengumuman sebelum sempat dibatalin, mangkanya aku tau." Kata Nina.

"Aku ga nyesel kita pilih CSU. Sepertinya semuanya berjalan dengan bagus. Terlalu bagus malah." Kata saya pendek sambil mata tidak terlepas dari layar Televisi.

"Iya." Kata Nina pendek.

Hidup itu memang pada realitasnya tidak memiliki yang namanya alternate reality. Sesudah kita mengambil keputusan dari berbagai pilihan, maka kita terikat pada keputusan itu. Tidak akan pernah tahu apa yang terjadi jika pilihan lain yang kita ambil. Saya tidak pernah membayangkan bagaimana jika Michigan adalah tempat yang dulu kami pilih, atau jika Nina diterima di Pitsburg atau tempat lain. Ada 14 universitas yang pada saat itu Nina daftar. CSU adalah satu dari 2 universitas yang memberikan pengumuman sebelum sisanya dibatalkan sebab sudah ada pilihan. Nina saat itu menanyakan pendapat saya yang mana sebaiknya yang dipilih. Banyak faktor yang dijadikan pertimbangan saat itu. Biaya hidup, lokasi, dan entah apa lagi, sudah hampir 10 tahun yang lalu, sehingga saya sudah tidak ingat lagi. Yang pasti saat itu entah berdasarkan apa, saya mengusulkan CSU di Colorado, dan Nina sepertinya juga lebih suka tempat itu.

Sebuah keputusan yang tidak pernah kami sesali hingga saat ini. Walau begitu saya tidak pernah berhenti bertanya-tanya, bagaimana jika seandainya kami saat itu memilih tempat lain. Sama sekali tidak berarti saya mengecilkan pengalaman di CSU, sama sekali tidak malah sesungguhnya saya merasa sangat bersyukur dan lagi, saya tidak menyesal sebab ternyata berakhir dengan sangat baik. Lihat saja Kano sekarang yang sudah mandiri. Belum tentu jika kami memilih tempat lain akan berakhir seperti saat ini.

Sekali lagi, bukan tidak bersyukur tapi namanya manusia tetap ada rasa ingin tahu. Tapi ya tadi itu, dalam kenyataan hidup sesungguhnya, tidak ada yang namanya alternate reality. Hidup yang sesungguhnya tidak seperti di film science fiction dimana ada multiverse lives. Ada kehidupan lain yang berjalan secara pararel, seperti yang ada di film-film Marvel atau bahkan di Star Trek. Ada rasa penasaran ingin mengetahui hasil akhir dari alternate reality itu, jika saja ada hahaha.

Akhirnya dalam hidup ini kita selalu harus kembali ke keyakinan bahwa everything happens for a reason, atau istilah I am where I am meant to be. Atau ada istilah lain seperti misalnya apapun yang terjadi dalam hidup itu tidak ada yang merupakan kebetulan. Saya harus dapat meyakini bahwa kehidupan atau kondisi saat ini adalah merupakan bagian dari perjalanan dari grand journey, dari ultimate goal.

Menarik sebenarnya jika kita benar-benar perhatikan dan pikirkan bahwa segala peristiwa dalam hidup merupakan serangkaian kejadian yang sebetulnya tidak acak, tidak random. Jika kita urutkan satu persatu dan kita hubungkan titik-titik peristiwa yang terjadi dalam hidup, semuanya akan mengarah pada tujuan dari evolusi kehidupan kita, tanpa melihat baik atau buruknya, semuanya saling berkaitan. Yang baik kita rangkul dan kita miliki sebagai hiasan perjalanan hidup dan yang buruk merupakan kesempatan dalam proses belajar dan pertumbuhan yang sangat baik agar kita semakin bijak serta pemahami perjalanan hidup kita.

Ide bahwa tidak ada kejadian yang merupakan kebetulan sebenarnya jika didalami membantu kita dalam berpikir dan memfokuskan diri melalui pengalaman-pengalaman itu dan membantu kita untuk terus belajar. Perkembangan yang kita rasakan pada saat ini jika kita secara sungguh-sungguh renungkan merupakan hasil dari kehadiran kita dan proses belajar dari pengalaman-pengalaman terdahulu. Itu mungkin yang dimaksud dengan present moment awareness, semakin kita menyadari, semakin kita bersyukur bahwa telah mendapat kesempatan untuk belajar dan mengalami. Semua interaksi dan pengalaman-pengalaman itu berperan dalam pertumbuhan diri kita dan memberikan dampak yang tidak pernah berakhir walau mungkin kita anggap tiak terlalu berarti. Ya, mungkin ini yang harus saya lakukan, yaitu menerima dan bersyukur atas saat ini bahwa perjalanan hidup sejauh ini sudah berjalan sesuai dengan semestinya daripada terus menerus memikirkan alternate ending. Perjalanan hidup yang sesungguhnya tidak sesederhana filem, bukan?

Foto credit: chemistryworld.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31