AES 1491 Akronim

Penggunaan akronim sering membuat saya bingung. Mungkin karena generasi saya jauh lebih sederhana dibandingkan dengan generasi-generasi jaman sekarang. Jaman saya sekolah paling penyingkatan-penyingkatan kata-kata tidak terlalu banyak dan jarang saya gunakan karena guru-guru saya tidak menyukainya, apalagi jika digunakan dalam tugas. Kalau saya menulis dll, adl, spy dan sebagainya, tugas saya mendapat banyak lingkaran dengan menggunakan ballpoint merah dan nilai tidak jarang dikurangi.
Penulisan singkatan-singkatan itu seringkali digunakan sebagai upaya menghemat waktu dan tempat. Daripada saya menulis "dan lain-lain", sangat mudah tergoda untuk menulis dengan singkatan "dll". Tidak jarang ketika selesai membuat tugas beberapa jari saya terpesuk atau melekuk karena terlalu lama dipakai untuk menulis. Jaman itu seringkali guru memberikan tugas mengarang berhalaman-halaman di atas kertas folio bergaris. Menulis bukan tugas menyenangkan saat itu.
Jaman sekarang penggunaan akronim tidak hanya untuk alasan efisiensi seperti dulu, tapi juga sebagai bentuk penyederhanaan makna yang kompleks seperti misalnya DNA (deoxyribonucleic acid), siapa yang hapal kepanjangan dari kata itu? Atau yang lebih mudah, kata humvee yang sering diidentikan dengan kendaraan terkenal Hummer, itu adalah akronim dari High Mobility MultiPurpose Military Vehicle, daripada panjang-panjang dan sulit diingat, maka nama tersebut disederhanakan. Penyingkatan-penyingkatan itu supaya lebih mudah dibaca dan juga mudah diingat. Lebih mudah kita mengingat dan membaca kata SUV daripada Sport Utility Vehicle, bukan?
Nah disamping kegunaan praktis yang saya sebut di atas, penggunaan akronim juga memiliki fungsi sosial disamping hanya sekedar menciptakan terminologi standar, misalnya menggunakan singkatan-singkatan itu dapat menciptakan sense of community, kita merasa berada dalam sebuah kelompok yang khas karena memiliki istilah-istilah dan jargon-jargon tertentu walau hal ini juga membuat orang-orang yang tidak mengerti menjadi tersisih. Itu yang sering saya rasakan ketika ngobrol dengan anak-anak jaman sekarang dalam ruang ngobrol daring. Ketika Kano mengucapkan IDK dan LMAO sebelumnya saya tidak mengerti hingga akhirnya saya mencari tahu agar memudahkan saya ikut berbincang-bincang dengan gaya yang biasa dia lakukan. Tidak hanya itu, penggunaan singkatan juga memberikan persaan keren. "Ya gitu cara ngobrol jaman sekarang, dad." Kata Kano yang terlihat bangga sementara saya jadi merasa tua! Hahahaha
Salah satu dampak yang agak negatif dari penggunaan akronim menurut saya adalah membuat orang yang tidak mengerti menjadi merasa tersisih, teralienasi. Untungnya saya seringkali tidak perlu berhubungan dengan pihak-pihak yang banyak menggunakan penyingkatan-penyingkatan. Misalnya kantor-kantor instansi militer di Indonesia. Singkatan yang mereka gunakan seru-seru dan sama sekali tidak saya mengerti, mungkin bisa menebak-nebak, tapi saya tidak permasalahkan karena tidak perlu berurusan dengan kantor-kantor itu. Nah, coba saja. Apakah ada yang tahu kata-kata ini: DIRINTELKAM, DIRPOLAIRUD, atau BINPOTNASKUATMAR ? Hehehehe..
Foto credit: lemonadesocialmedia.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31